Jakarta, Semangatnews.com – Semangat membangun masyarakat gemar membaca kini semakin diperkuat melalui kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang dengan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) setempat. Keduanya bersinergi menggelar Sosialisasi Pendataan dan Validasi Perpustakaan Masjid/Musala sebagai langkah awal memperkuat literasi keagamaan berbasis rumah ibadah.
Kegiatan yang digelar di Ruang Audio Visual Perpustakaan Daerah, Kamis (23/10), ini diikuti oleh puluhan pengurus masjid dan musala dari berbagai kelurahan di Padang Panjang. Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai jalannya kegiatan yang menjadi bagian dari upaya menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran dan literasi umat.
Kepala Kantor Kemenag Padang Panjang, Mukhlis M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan masjid memiliki peran penting dalam membangun masyarakat berpengetahuan dan berakhlak. Ia menegaskan, masjid seharusnya menjadi tempat masyarakat mencari ilmu sekaligus memperluas wawasan keislaman.
“Pendataan dan validasi ini penting agar seluruh perpustakaan masjid di Padang Panjang dapat terkelola dengan baik. Dengan data yang akurat, kami bisa menyalurkan program pembinaan dan bantuan literasi secara lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Mukhlis menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai ruang belajar yang aktif. “Kita ingin masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga tempat menimba ilmu dan berdiskusi. Literasi keagamaan harus menjadi bagian dari aktivitas harian umat,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Perpustakaan DPK, Patmawati, menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan sarana literasi masyarakat, termasuk melalui pengembangan perpustakaan masjid. Ia mengungkapkan, tahun ini DPK telah mengajukan program Bantuan Bahan Bacaan Bermutu ke Perpustakaan Nasional sebagai dukungan nyata terhadap gerakan literasi daerah.
“Sebanyak 21 perpustakaan masjid di Padang Panjang telah kami usulkan untuk menerima bantuan bacaan bermutu. Kami berharap program ini bisa segera terealisasi dan menambah semangat masyarakat dalam mengembangkan literasi berbasis keagamaan,” ungkapnya.
Patmawati juga menekankan pentingnya peran aktif pengurus masjid dalam mengelola dan mempromosikan koleksi perpustakaan. “Jika masyarakat tahu bahwa di masjid tersedia bacaan menarik dan bermanfaat, tentu minat baca akan meningkat. Apalagi jika dikombinasikan dengan kegiatan seperti kajian literasi atau bedah buku islami,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, DPK dan Kemenag berkomitmen memperkuat sinergi antarinstansi serta membangun jejaring literasi keagamaan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyentuh aspek administrasi, tetapi juga mendorong transformasi digital dan pengelolaan modern bagi perpustakaan masjid di masa depan.
Pemerintah Kota Padang Panjang menilai, keberadaan perpustakaan masjid dapat menjadi jembatan antara peningkatan ilmu pengetahuan dan penguatan iman masyarakat. Dengan dukungan data yang valid, pengembangan literasi di tingkat rumah ibadah diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang cerdas, religius, dan berkarakter.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju terwujudnya Padang Panjang sebagai kota literasi yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal. Sinergi pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan budaya baca di seluruh lapisan umat.(eti)
