DPRD Sumbar Harapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih, Dapat Membawa Sumbar Lebih Baik, Maju dan Sejahtera

oleh -
Ketua DPRD, Pj Guberbur, Sekdaprov, Fokopimda bersama Gubernur dan Wagub Sumbar Terpilih ( Mahyeldi Ansharullah - Audi Joinaldy, Selasa (23/2/2021)

SEMANGATNEWS.COM – Atas nama Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi yang merupakan representasi masyarakat Sumatera Barat ( Sumbar) mengucapkan selamat kepada H. Mahyeldi Ansarullah, SP dan Ir. Audy Joinaldy, S.Pt. MM, IPM, AXSEAN, Ang, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) serentak yang diberikan amanah oleh masyarakat Sumbar. Mudah-mudahan Saudara dapat menjalankan tugas dan kewajiban sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang membawa Sumbar lebih baik, maju dan lebih sejahtera.

Baca Juga:  Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Presisi Nasional, Perpanjang SIM Bisa dari Rumah

Hal ini disampakan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi pada acara rapat paripurna pengumuman usulan pengesahan pengangkatan calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, yang dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD Sumbar, Selasa (23/2/2021)

Rapat paripurna tersebut jugai dihadiri oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Forkopimda, Sekdaprov, Staf Ahli, Asisten dan Kepala OPD lingkungan Pemprov Sumbar

Baca Juga:  Pastikan Keamanan Minggu Paskah, Kapolri Roadshow ke Sejumlah Gereja di Jakarta

Lebih lanjut Supardi dalam sambutanya mengatakan, masyarakat Sumbar semakin tinggi kepeduliannya kepada kepemimpinan daerah juga semakin baik, terbukti meskipun penyelenggaraan Pilkada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dalam kondisi pandemi Covid-19 tahun 2020 ternyata tingkat partisipasi masyarakat masih cukup tinggi, memcapai 61,68 persen pemilih.

Meskipun dari pleno KPU Sumbar telah menetapkan pasangan calon Mahyeldi Ansarullah – Audy Joinaldy sebagai peroleh suara terbanyak, akan tetapi KPU Sumbar belum bisa langsung menetapkan yang bersangkutan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Karena ada dua pasangan calon menggunakan hak konstitusinya dengan mengajukan keberatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK).