dr. Jacky Munilson Ingatkan Jangan Masuk Benda Apapun ke Telinga

oleh -

dr. Jacky Munilson Ingatkan Jangan Masuk Benda Apapun ke Telinga

Semangatnews, Padang – Tadi sore saya berobat ke Rumah Sakit Selaguri dengan dr. Jacky Munilson, Sp.THT-KL, karena sudah 2 mingguan telingga ini mendengung nyaring, hampir-hampir tidak terdengar suara kawan ngomong, hati gelisah dan risau,Rabu (10/7/2019).

Awalnya cukup bersemangat karena di dengar nomor urutan 4, hari masih jam 17.00 Wib, tunggu-ditunggu hari beranjak sore dan azan magrib berkomandang nyaring.

Dicek kembali ke perawan nomor panggilan berapa tahu-tahu nomor 24 (dua puluh empat), waduh … !!? memang ngak enak jika pendengar berkurang nomor 24 disangka nomor 4.

Luar biasa resky Allah yang telah kita terima selama sehat, waktu sakit baru sadar bahwa begitu besar nikmat Allah pada umat manusia.Akhir setelah sholat magrib cari makan disekitar jalan Patimura, isi perut makan malam di Bebek Sawah.

Dan setelah kenyang kembali kerumah Sakit Selaguri jalan kaki sama mantan pacar, ibu dari tiga anakku dan menunggu santai hingga dipanggil dokter THT dr. Jacky Munilson, Sp.THT-KL namanya

Memang dasar tidak berpengalaman dirumah sakit karena tidak duduk di ruang tunggu, nomot 24 atas nama Zardi Syahrir terlewatkan.

“Bisik pasien lain tadi sudah dipanggil, saya saja nomor 23 nich sudah selesai diperiksa?!,” ujarnya heran.

Akhirnya saya mendekat lokasi tempat duduk didepan kamar pemeriksaan Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) terpajang jelas nama dr. Jacky Munilson, Sp.THT-KL

dr. Jacky : “Pak Zardi Syahrir..!

“Saya terkejut menjawab, “Ya saya Pak Dokter.! “, saya langsung masuk

dr. Jacky : Silahkan Bapak duduk dikursi khusus itu! Tunjuk pada salah satu kursi yang berbeda dengan kursi lainnya.

Saya setengah heran dan binggung, “kursi ini dokter ?!”.

dr. Jacky :”Iyaa, khusus buat Bapak hari ini,” ujarnya santai memancing canda.

Saya agak malu, “siap pak Dokter”, posisinya saat itu membelakangi sang dokter.

dr. Jacky : Apa keluhannya pak..?

“Telinga saya mendengung pak Dokter…! ,” ujar saya.

dr. Jacky : sebelah mana pak?

“Sebelah kanan pak dokter !, jawab saya singkat sambil saya sambil menggerakan tangan ke kanan.

dr. Jacky mendekat setelah membaca dan mencek data saya pada selembar kertas dimejanya. Dia memasang lampu senter kecil dikepala pas di keningnya.

“Telingga jangan dikorek-korek pak!”, tegasnya tajam.”Itu kan biasa pak?, wong ada korek kuping orang menjual, khan juga menjaga kebersihan diri.! ,” jawab saya membela diri.

dr. Jacky, “Pak..! Sama dengan rokok kan sudah ada peringatan, merokok dapat merusak kesehatan, begitu juga dengan cutton bud :

dr. Jacky menyampaikan, saluran telinga memang selalu memproduksi serumen, atau yang lebih dikenal sebagai kotoran telinga.

Penumpukan kotoran telinga ini bisa membuat gatal, mengganggu kemampuan pendengaran, bahkan terkadang sampai menimbulkan rasa sakit.Memakai cotton bud guna membersihkan telinga sesuatu yang salah dan menyesatkan.

Nyatanya bahaya pakai cotton bud tidak main-main. Residu kotoran telinga memang akan keluar bersama cotton bud, tapi di saat yang bersamaan Anda tanpa sadar juga sekaligus mendorong sisa kotoran lainnya yang tidak “terangkut ” di kapas cotton bud sehingga makin masuk jauh ke dalam telinga.

dr. Jacky menjelaskan bahwa memasukkan benda apapun ke dalam telinga berisiko merusak gendang telinga beserta saluran-saluran di dalam telinga.

Termasuk pula cotton bud yang terbuat dari bahan kapas lembut.Terlebih gendang telinga berada di tempat yang mudah dijangkau oleh cotton bud. Struktur gendang telinga juga sangat halus dan rapuh sehingga sentuhan ringan bisa riskan merobek atau bahkan memecahkannya.

Gendang telinga yang bermasalah ditandai dengan keluarnya cairan bening, perdarahan, atau terasa sakit. Risikonya akan berujung pada terancamnya kemampuan pendengaran Anda.

dr. Jacky, ” Cukup membersikan telinga dengan berwudhuk 5 kali sholat wajib tambah dhuha, sholat malam. Dengan 7 kali sehari semalam membersihkan telinga dengan cara berwudhu apa tidak cukup..! ,” seru dokter Jacky mengingatkan.

Saya tersadar dan seketika malu, tidak bisa membantah kebenaran itu.

dr.Jacky, “Hari ini cukup pak Zardi Syahrir saja yang sakit, beri tahu sanak saudara yang lain…!, agar tidak terjadi hal serupa, bahwa membersihkan telingga cukup dengan berwudhu, tidak boleh pakai korek kuping atay benda lainnya masuk ke telinga,” himbaunya.

“Iya pak dokter..! Terima kasih”, ujar saya senang karena setelah dibersihkan dengungan telinga berkurang dan ada terasa lega, banyak kotoran telinga telah dikeluarkan selama 30 menit.

dr. Jacky sambil juga mengoleskan obat anti biotik, karena ada sedikit infeksi katanya sederhana.