DRS. H.RUSDI LUBIS ; KENANGAN DG PAK AKHYARLI A.DJALIL SH

oleh -

DRS. H.RUSDI LUBIS ; KENANGAN DG PAK AKHYARLI A.DJALIL SH

Saya kenal pak Akhyarly pada tahun 1980, saya di Biro Pemerintahan Ktr.Gubernur Sumbar, beliau salah seorang subdit di Ditsospol .

Kami satu Tim dalam menyusun Pidato Sambutan dan Arahan Gubernur Sumbar Azwar Anas pada Raker Pemda Prov dg Kab/Kota yg diadakan sekali sebulan dibawah pimpinan pak Nawawi Syatha.

Beliau sangat teliti terutama istilah dan kalimat kalimat yg akan ditulis, beliau cerdas dalam menganalisis sesuatu persoalan dan enak dibaca dan didengar. Saya banyak dpt pelajaran dan beliau tdk pelit memberi sesuatu ilmu pengetahuan yg baru.

Pada tahun 1999 , menurut informasi yg saya terima, sewaktu beliau jadi Sekwilda Prov. Sumbar mengusulkan saya untuk ditarik ke Provinsi sebagai Ass. Pemerintahan yg pada waktu itu saya sbg Sekwildakab 50 kota.

Atas usul itulah Gubernur Mukhlis Ibrahim mengusulkan ke Kemendagri untuk diangkat menjadi Ass. Pemerintahan. Saya menjadi Ass.I dibawah beliau(Setwilda).

Memang agak sulit sulit mudah mengajukan konsep kepada beliau, karena beliau sangat correct terutama dasar, materi serta ungkapan kalimat dalam surat yg akan diajukan terutama utk ke pem atasan atau ke Bupati / Wako. Dalam hal usulan dana, beliau terkesan pelit, sehingga banyak yg kecil hati pada beliau. Apalagi utk perjalananan Dinas, harus diberikan dasar dan alasan yg meyakinkan beliau.

Diwaktu beliau lah ada kebijakan pembatasan untuk ke Jakarta dan ditetapkan pula yg bisa naik pesawat hanya gol. IV /a keatas dan Eselon II, sedangkan dibawah itu memakai kapal laut atau mobil bus. Ini menyebabkan banyak teman teman di kantor Gubernur berkecil hati kepada beliau.

Pengawasan pengeluaran dana beliau ketat, mungkin karena beliau bekas Inspektur Wilayah Provinsi.

Sewaktu Pak Zainal Bakar diangkat jadi Wagub, teman teman mengetahui antara beliau dengan pak Zainal kurang baik, namun ada yang saya tak lupa pada hari pertama Pak Zainal Bakar masuk kantor kebetulan hari Jumat bertepatan pegawai mengikuti Wirid pengajian di Aula dimana pak Akhyarly ikut .

Pak Zainal pun masuk ke aula dan mengikuti wirid tsb. Setelah ustad memberi ceramah , maka pak Akhyarly mempersilahkan pak Wagub memberi sambutan, namun beliau menolak dan mempersilakan pak.Akhyarly memberi sambutan.

Salah satu yg disampaikan beliau bahwa dg adanya Wagub baru kita harus mengikuti arahan beliau, karena kita sebagai staf dan bawahan hrs memakai petuah ” sia laki induak awak , itulah bapak awak “.