Jakarta, Semangatnews.com – Kabar baik datang dari sektor energi nasional setelah dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil keluar dari wilayah konflik di Timur Tengah. Kapal tersebut sebelumnya beroperasi di kawasan yang terdampak meningkatnya ketegangan geopolitik di sekitar Teluk Arab dan Selat Hormuz.
Perusahaan memastikan bahwa dua kapal tersebut telah bergerak meninggalkan area konflik dan melanjutkan perjalanan dengan aman. Kapal yang berhasil keluar dari zona rawan itu adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.
Keduanya sebelumnya berada di kawasan Timur Tengah untuk menjalankan aktivitas pengangkutan energi. Setelah situasi keamanan di wilayah tersebut meningkat risikonya, perusahaan segera melakukan langkah mitigasi dengan memindahkan kapal dari area konflik.
Meski dua kapal telah berhasil keluar, masih ada dua kapal lainnya yang berada di kawasan Teluk Arab. Kapal tersebut saat ini masih menunggu waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan keluar dari wilayah tersebut.
Dua kapal yang masih berada di kawasan itu adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya dilaporkan berada dalam kondisi aman sembari menunggu jalur pelayaran dinyatakan lebih aman.
Pihak Pertamina memastikan bahwa seluruh awak kapal dalam kondisi selamat dan operasional kapal tetap dipantau secara intensif. Koordinasi juga terus dilakukan dengan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan pelayaran.
Situasi di kawasan Teluk Arab dan Selat Hormuz memang menjadi perhatian dunia setelah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu ketegangan di jalur pelayaran penting tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati perairan tersebut setiap harinya.
Ketegangan yang terjadi membuat banyak perusahaan pelayaran meningkatkan kewaspadaan dan bahkan menunda perjalanan kapal demi menghindari risiko keamanan.
Meski demikian, pemerintah Indonesia memastikan bahwa kondisi ini tidak mengganggu pasokan energi nasional. Distribusi bahan bakar minyak ke dalam negeri tetap berjalan normal.
Pertamina juga menegaskan bahwa rantai pasok energi tetap terjaga berkat dukungan ratusan armada kapal yang beroperasi di berbagai jalur pelayaran internasional dan domestik.(*)

