Jakarta, Semangatnews.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang tertinggi sektor energi dan mineral di Indonesia dengan meraih dua penghargaan utama pada Subroto Awards 2025 yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan ini bukan sekadar simbol kesuksesan operasional, melainkan juga pengakuan terhadap komitmen perusahaan dalam bidang keselamatan kerja dan pemberdayaan masyarakat.
Di kategori Inovasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk sektor panas bumi, area Lumut Balai berhasil meraih juara pertama melalui inovasi sistem “PSAIMS” yang dikembangkan tim internal PGE. Sistem ini mengintegrasikan evaluasi HAZOP (Hazard and Operability Study), identifikasi Major Accident Hazard (MAH), dan pengelolaan Safety and Environmental Critical Element (SECE) menjadi satu kesatuan manajemen keselamatan proses yang komprehensif.
Keberhasilan tersebut terbukti dengan penurunan Loss Production Opportunity (LPO) akibat kegagalan keselamatan proses dari sekitar 66% menjadi kurang dari 10% — angka yang menunjukkan bahwa investasi dalam keselamatan proses tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan.
Sementara itu, di ranah Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), area Lahendong mampu menempati posisi teratas dengan sederet inisiatif yang terukur, seperti bank sampah komunitas, konservasi satwa yaki, dan inovasi agrikultur berbasis silika sedimen. Pendekatan ini diarahkan langsung kepada kebutuhan masyarakat di wilayah operasional, bukan sekadar proyek sosial sekali jalan.
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, dalam pidatonya menyatakan bahwa penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh tim PGE dan bukti nyata bahwa budaya keselamatan, kepedulian sosial, dan lingkungan harus berjalan beriringan. “Kami percaya inovasi bukan lagi pilihan, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis energi hijau,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian zero fatality dengan lebih dari 5,5 juta jam kerja tanpa kecelakaan di tahun sebelumnya menunjukkan bahwa keselamatan kerja bukan hanya indikator kinerja, melainkan nilai utama agar setiap pekerja dapat pulang ke rumah dengan selamat.
Prestasi ganda ini memperkuat posisi PGE sebagai pemain strategis dalam transisi energi nasional. Dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW atau sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi nasional, kontribusi PGE sangat vital dalam mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060.
Lebih jauh, penghargaan Subroto Awards ini pun menjadi momentum penting bagi industri panas bumi untuk menunjukkan bahwa pengembangan energi bersih dapat berjalan sinergis dengan tanggung jawab sosial dan operasional yang aman. Pemerintah melalui ESDM menegaskan bahwa transformasi energi bukan hanya soal teknologi atau produksi, tetapi juga menyangkut aspek manusia, lingkungan, dan masyarakat.
Ke depan, fokus PGE akan tetap pada pengembangan keselamatan proses, optimalisasi efisiensi operasional, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Ekspansi untuk teknologi baru seperti hidrogen hijau dan integrasi sistem WEF (Water-Energy-Food) menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Dengan dua penghargaan tertinggi ini, PGE tidak hanya merayakan pencapaian tetapi juga menegaskan visinya sebagai perusahaan energi hijau yang tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan sekitar.
Langkah-langkah berikutnya akan menjadi sorotan bagi industri, pemangku kebijakan, dan publik untuk melihat bagaimana energi panas bumi dapat menjadi katalis transformasi yang inklusif dan bertanggung jawab.(*)
