Ducati Prediksi Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Persaingan MotoGP Makin Panas

by

Jakarta, Semangatnews.com – Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 tidak hanya berlangsung di lintasan, tetapi juga mulai memunculkan perdebatan mengenai strategi antarpembalap dalam satu tim. Ducati menilai Aprilia pada akhirnya berpeluang menerapkan team order untuk memperbesar kesempatan Jorge Martin mengamankan gelar juara dunia.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, memandang instruksi tim sebagai langkah yang masuk akal ketika persaingan kejuaraan memasuki fase penentuan. Menurutnya, pabrikan tentu akan mempertimbangkan strategi terbaik untuk meningkatkan peluang meraih gelar, terutama ketika selisih poin antarpembalap sangat tipis.

Situasi tersebut tidak terlepas dari persaingan Martin dengan Marc Marquez. Setelah Grand Prix Indonesia di Mandalika, Martin memimpin klasemen dengan 355 poin, hanya berjarak dua angka dari Marquez yang terus membayangi di posisi kedua.

Aprilia memiliki keuntungan berupa empat pembalap yang mampu tampil kompetitif. Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura bahkan berhasil menempati empat posisi teratas dalam balapan utama MotoGP Indonesia, memperlihatkan kekuatan motor RS-GP di lintasan Mandalika.

Namun, keunggulan tersebut juga menciptakan dilema bagi Aprilia. Ketika beberapa pembalap memiliki kemampuan untuk memenangi balapan, mereka berpotensi saling mengambil poin yang justru dapat memengaruhi peluang salah satu rekan setim dalam perebutan gelar.

Direktur teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, sebelumnya mengisyaratkan bahwa tim mulai membahas pedoman untuk menghindari situasi yang merugikan. Meski belum memberlakukan instruksi khusus, Aprilia perlu memastikan persaingan internal tidak berujung pada insiden yang menghilangkan peluang meraih poin penting.

Pengalaman di sesi Sprint Race Mandalika menjadi salah satu pengingat mengenai risiko tersebut. Bezzecchi dan Fernandez terlibat insiden pada putaran pertama, sehingga keduanya gagal menyelesaikan balapan. Peristiwa itu memperlihatkan bahwa persaingan antarpembalap yang sama-sama kompetitif dapat membawa konsekuensi besar bagi tim.

Di sisi lain, pembalap Trackhouse, Raul Fernandez, menegaskan bahwa dirinya masih ingin berjuang meraih hasil terbaik selama peluang juara dunia belum tertutup. Ia menyatakan bahwa keputusan mengenai instruksi tim dapat dipertimbangkan kembali apabila persaingan memasuki dua seri terakhir dan situasi kejuaraan menuntut langkah berbeda.

Ai Ogura juga menunjukkan sikap yang berhati-hati. Pembalap asal Jepang tersebut menyadari pentingnya menghindari manuver yang berisiko terhadap rekan setim, tetapi tetap ingin berusaha meraih hasil maksimal selama situasi balapan memungkinkan.

Persoalan lain yang membuat keputusan Aprilia semakin menarik adalah rencana perpindahan sejumlah pembalap pada musim berikutnya. Martin dan Ogura dijadwalkan bergabung dengan Yamaha, sementara Bezzecchi dan Fernandez akan tetap bersama Aprilia. Kondisi ini membuat pertimbangan mengenai kepentingan jangka pendek dan masa depan tim menjadi semakin kompleks.

Dengan lima seri tersisa, Aprilia harus menentukan keseimbangan antara memberikan kebebasan kepada pembalap dan mengoptimalkan peluang meraih gelar. Apabila team order benar-benar diterapkan pada fase akhir musim, keputusan tersebut berpotensi memengaruhi strategi balapan sekaligus menentukan hasil persaingan Martin melawan Marquez hingga seri penutup MotoGP 2026.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.