Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Prabowo Subianto tampil dalam sesi terbuka KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo duduk bersebelahan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi saat para pemimpin negara mengikuti agenda pertemuan.
Kehadiran Prabowo menjadi perhatian karena Indonesia untuk pertama kalinya mengikuti KTT BRICS sebagai anggota penuh setelah resmi bergabung dengan kelompok tersebut pada 2025. Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang masuk sebagai anggota BRICS.
KTT BRICS tahun ini mempertemukan para pemimpin dari negara-negara dengan kepentingan strategis di berbagai kawasan. Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, serta sejumlah pemimpin lainnya turut hadir dalam pertemuan di New Delhi.
Forum tersebut berlangsung ketika dunia menghadapi berbagai persoalan geopolitik. Konflik di Timur Tengah menjadi salah satu isu yang mendapatkan perhatian karena melibatkan kepentingan sejumlah negara anggota BRICS dan berdampak terhadap keamanan serta perekonomian global.
Selain Timur Tengah, perkembangan perang Ukraina dan hubungan antarnegara besar juga menjadi bagian dari dinamika KTT. Kondisi tersebut membuat pertemuan BRICS tahun ini tidak hanya berkaitan dengan isu ekonomi, tetapi juga menyentuh persoalan politik internasional.
Para pemimpin BRICS pada Sabtu (12/9/2026) juga telah menyepakati deklarasi bersama. Dalam dokumen tersebut, negara anggota menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan menyerukan penyelesaian perselisihan internasional melalui dialog, konsultasi, dan diplomasi.
Posisi Indonesia di dalam BRICS memberikan peluang untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara anggota. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari perdagangan, investasi, energi, teknologi hingga pembangunan berkelanjutan.
Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam BRICS juga menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi di tengah perubahan tatanan ekonomi dan politik dunia. Pemerintah dapat memanfaatkan forum tersebut untuk membangun hubungan dengan negara berkembang dan negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar.
Prabowo sebelumnya telah tiba di New Delhi pada Jumat malam, 11 September 2026. Kedatangannya dilakukan untuk menghadiri rangkaian KTT BRICS yang berlangsung selama dua hari, yakni 12 hingga 13 September.
Dengan semakin luasnya keanggotaan BRICS, forum tersebut menghadapi tantangan untuk menyatukan kepentingan negara-negara yang memiliki latar belakang politik dan ekonomi berbeda. Meski demikian, para anggota tetap berupaya mencari titik temu dalam isu-isu strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Kehadiran Prabowo dalam sesi terbuka KTT BRICS menegaskan keterlibatan Indonesia dalam forum negara-negara berkembang tersebut. Pertemuan di New Delhi menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi sekaligus mengambil bagian dalam pembahasan mengenai arah kerja sama global di tengah perubahan geopolitik dunia.(*)

