Jakarta, Semangatnews.com – Amerika Serikat mengambil langkah darurat setelah seorang warganya dinyatakan tertular virus Ebola saat berada di Republik Demokratik Kongo. Pemerintah setempat langsung memperketat pemeriksaan kesehatan di berbagai bandara internasional guna mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.
Langkah itu diumumkan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo sebagai darurat kesehatan internasional. Status tersebut diberikan menyusul meningkatnya jumlah korban jiwa dan meluasnya penyebaran kasus di beberapa wilayah Afrika Tengah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menyebut warga AS yang terinfeksi Ebola diduga tertular saat menjalankan pekerjaan di wilayah wabah. Pasien dilaporkan mulai mengalami gejala pada akhir pekan lalu sebelum akhirnya dinyatakan positif Ebola.
Sebagai respons cepat, CDC mulai memperketat skrining terhadap penumpang pesawat yang datang dari negara-negara berisiko tinggi. Pemeriksaan tambahan dilakukan untuk mendeteksi gejala awal serta memantau riwayat perjalanan internasional penumpang.
Pemerintah AS juga memberlakukan pembatasan masuk sementara bagi warga non-Amerika yang memiliki riwayat perjalanan ke Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir. Kebijakan itu diambil untuk mengurangi kemungkinan penularan lintas negara.
CDC menegaskan bahwa risiko penyebaran Ebola terhadap masyarakat umum di Amerika Serikat masih berada di tingkat rendah. Meski demikian, lembaga tersebut menyatakan akan terus mengevaluasi situasi dan memperbarui kebijakan sesuai perkembangan wabah.
Di sisi lain, wabah Ebola di Kongo disebut semakin mengkhawatirkan karena melibatkan strain yang belum memiliki vaksin resmi dengan perlindungan optimal. Kondisi tersebut membuat penanganan wabah menjadi lebih rumit dibanding beberapa kasus sebelumnya.
Data terbaru dari otoritas kesehatan Afrika menunjukkan ratusan kasus suspek Ebola telah ditemukan di wilayah terdampak. Puluhan korban jiwa juga dilaporkan meninggal dunia dalam beberapa pekan terakhir akibat penyebaran virus tersebut.
Amerika Serikat kini juga tengah mengevakuasi beberapa warga tambahan dari wilayah wabah untuk menjalani pemantauan kesehatan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada penyebaran virus ke komunitas yang lebih luas.
Sejumlah negara lain mulai mengikuti langkah AS dengan memperketat pemeriksaan di bandara dan perbatasan internasional. Para ahli kesehatan menilai pengawasan ketat di pintu masuk negara menjadi strategi penting untuk mencegah penyebaran global.
Meningkatnya kewaspadaan dunia terhadap Ebola menunjukkan besarnya ancaman penyakit menular lintas negara di era mobilitas internasional saat ini. Pemerintah berbagai negara kini didorong memperkuat sistem kesehatan dan deteksi dini agar wabah tidak berkembang menjadi krisis global yang lebih besar.(*)

