Mengunjungi pelukis Wanita “Evelyna Dianita” Srikandi Wanita Indonesia Dari Sumbar yang Tetap Eksis Melahirkan Karya-karya Terbaik
Catatan Kecil : Muharyadi
Saya didampingi Yasrul Sami, Zaref Lina dan Imelda Ekawati ketiganya dulu murid saya semasa di SMSR Negeri Padang, kaget luar biasa begitu mengunjungi rumah salah seorang teman yang juga adik kelas Evelyna beralamat di Komplek Perumahan “Palapa Saiyo” Jalan H. Anas Malik B 8/16, Pasar Usang, Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat.
Betapa tidak, di kediamannya Evelyna Dianita itu terdapat puluhan lukisan dalam berbagai ukuran dan format yang ia kerjakan dalam beberapa bulan terakhir selama pandemi covid.19. Semuanya tidak hanya tampil menarik, tetapi juga mampu memukau dan

menghipnotis mata.
Sapuan kuasnya yang lembut dan obyek-obyek wanita berbaju kebaya dengan beragam bakcround ranah Minang, ada rumah gadang, bendi, perkampungan dan lainnya lahir kepermukaan kanvas lahir dan meluncur begitu saja di tangannya.
Evelyna Dianita, perempuan kelahiran Bukittinggi, 13 Juli 1966 merupakan sedikit srikandi pelukis Indonesia saat ini yang tetap eksis berkarya, berpameran dan berkarya lagi. Ia terbilang gigih dan ulet.
Sejumlah karya-karyanya lahir kepermukaan tidak terlepas dari hasil pengamatan serta interaksi dengan lingkungan atau alam sekitarnya yang berangkat dari pengalaman dirinya. Pengamatan terhadap realitas kondisi terhadap obyek-obyek perempuan di kanvasnya dianggap penting karena berkaitan dengan ide, keinginan dan lainnya.
Yang lahir kemudian kondisi “Realitas” masa lalu dan kekinian yang ada dihadapan baik dalam masalah sosial dan masalah kekinian menjadi sesuatu yang menarik diwacanakannya kepermukaan. Baik yang berisikan paparan cerita, tentang cinta, tentang keindahan, curahan hati atau persoalan yang melingkari pencipta karya seni. Karena itu kepekaan terhadap realitas menjadi teramat penting, begitu ia berujar.
Adik kelas Evelyna Dianita, Yasrul Sami (kini staf pengajar di seni rupa UNP Padang dan juga pelukis), Zaref Lina dan Imelda Ekawati keduanya juga menempuh pendidikan seni rupa, tak puas-puas memandang dan mengamati berulangkali puluhan lukisan Evelyna Dianita, baik yang telah finishing maupun mendekati finishing.
Evelyna Dianita memang sosok srikandi seni rupa Indonesia yang sejak ia eksis berkarya puluhan tahun silam dikaryanya tetap mampu merayakan mata penikmat bahkan mampu menghipnotis mata banyak orang, tentu tidak terlepas dari persoalan adanya keunikan tema, bentuk dan makna yang dimunculkan setiap ruang dan waktu bagi srikandi yang telah puluhan kali berpameran di iven nasional ini.
Menurut Nita begitu panggilan akrabnya, setiap karya-karya yang diciptakannya tidak serta merta hanya berorientasi pada nilai estetis semata, tetapi juga mengangkat, membawa, mengolah dan mencerminkan seperangkat nilai-nilai kebudayaan dan pandangannya sendiri terhadap nilai-nilai yang telah ada, maupun sikapnya terhadap pergeseran nilai-nilai karena munculnya nilai-nilai baru yang telah mulai hidup dan berkembang, baik di masyarakat umum maupun masyarakat komunitas seni.
Melalui karya-karyanya dapat diketengahkan sejumlah nilai-nilai yang melingkupi hidup dan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dimana pelaku seni berada di dalamnya. Pelaku seni dapat melihat, mengamati, mempelajari, mengalami, memahami, menghayati, berfkir, bersikap, berperilaku terhadap alam dan lingkungan sosio-kultural mereka sendiri maupun di luar dirinya. (***).
