Fakultas Teknik UNP, Lakukan Pelatihan Atasi Ledakan Tambang Batubara Sawahlunto.

oleh -

Semangatnews,Padang-Sering kita baca dimedia kejadian ledakan ditambang Kota Sawahlunto yang telah banyak menelan korban jiwa. Kondisi ini disebabkan belum terjaminnya kualitas dan kuantitas udara pada sistem ventilasi tambang, sehingga mudah bocor yang memicu terjadi ledakan tambang.

Hal ini disampaikan Ketua Team Pengabdian Masyarakat Teknik Pertambangan (TPMTP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP) Drs.Bambang Heriyadi,MT disela-sela kesibukannya melalui lewat WhastAapnya di Padang, Senin (24/12/2018)

Lebih lanjut Bambang menerangkan kebocoran ini menyebabkan turunnya tekanan dan hilangnya udara dalam perjalanan menuju front penambangan, sehingga kebutuhan akan jumlah dan kualitas udara di lokasi penambangan menjadi berkurang.

Akibatnya konsentrasi gas methan yang ada akan meningkat, dan jika personil/karyawan yang ada tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan terhadap hal tersebut, maka besar potensi kecelakaan itu terjadi.

“Menyikapi kondisi sebuah Team TPMTP, Fakultas Teknik (UNP) melakukan pengamatan Kondisi aktual sistem ventilasi pada tambang batubara bawah tanah di CV BMK dan PT AICJ Sawahlunto. Kecelakaan pada tambang batubara yang pada umumnya disebabkan oleh ledakan gas methan (CH4) dengan memakai sistem ventelasi tambang, kecelakaan tambang dapat dikurangi,” harapnya.

Bambang yang juga pakar Geomekanika/Rekayasa Pertambangan juga menyampaiakan, pelatihan Sistem Ventilasi Tambang Batubara Bawah Tanah di CV.BMK dan PT.AICJ Sawahlunto. Dalam rangkaian Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM)

Kegiatan pelatihan bertujuan, memberikan pemahaman secara terus menerus tentang pentingnya sistem ventilasi pada tambang batubara bawah tanah bagi kesehatan dan keselamatan kerja untuk seluruh karyawan/pekerja pada CV BMK dan PT AICJ

Kegiatan Pelatihan Teori di mulai sejak, 28 Agustus 2018 sedangkan Pelatihan Lapangan, 13 Oktober 2018, sementara penerapan untuk Kuliah Mahasiswa, 8 Desember 2018. Pelaksanaan Pelatihan Teori dilaksanakan di Aula Kantor CV BMK, dan Untuk Pelatihan Praktek Lapangan di Lokasi Terowongan Tambang Batubara CV BMK dan PT AIC.

“Kegiatan Dihadiri Oleh Pemilik CV BMK dan KTT CV BMK dan KTT PT AICJ dengan peserta Pelatihan 20 orang dari utusan Karyawan pada CV BMK dan PT AICJ,” ungkap Bambang.