SEMANGAT TIONGKOK – Masyarakat Tiongkok setiap tanggal 4 sampai dengan 6 April merayakan festival Qingming atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Tomb Sweeping Day. Festival Qingming merupakan hari libur nasional di Tiongkok.
Festival ini adalah kombinasi dari kesedihan dan kegembiraan. Pada saat ini banyak masyarakat Tiongkok yang datang ke makam leluhur untuk membersihkan dan memberikan sesajian. Setelah festival biasanya suhu dan curah hujan di Tiongkok akan meningkat dan pada saat ini musim semi bunga-bunga mulai bermekaran.
Musim semi adalah saat harapan baru muncul dan pada hari libur ini kemacetan serta turis ada dimana-mana. Lusi salah satu pelajar Indonesia di Tiongkok juga tak ketinggalan menikmati hari libur ini. Ia memilih untuk menghabiskan liburan di area Nanjing Massacre karena lokasinya yang dekat dengan tempat tinggalnya.
“Kebetulan deket dengan kampus dan moment libur ini aku gunakan untuk berkunjung kesini aku suka banget sama suasananya,” ujar Lusi dalam wawancara langsung bersama RRRI di Nanjing Tiongkok, Selasa (4/4/2017).
Sementara Annie yang juga merupakan pelajar Indonesia di Tiongkok lebih memilih untuk menghabiskan liburan di area Candi Jiming. Area ini ia pilih karena terkenal sebagai tempat paling indah di Nanjing untuk melihat bunga Sakura yang sedang bermekaran.
“Rencana kesini mau lihat bunga Sakura kan katanya paling cantik bunga itu lagipula banyak yang bilang orang-orang pada gak nyesel datang kesini,” tuturnya.
Selain mengunjungi makam dan pergi ke tempat wisata untuk menikmati keindahan musim semi. Pada festival Qingming ini masyarakat Tiongkok juga senang untuk menanam pohon dan menerbangkan layang-layang. Uniknya layang-layang tidak hanya diterbangkan pada siang hari, namun juga di malam hari.
Serangkaian lentera kecil yang diikatkan pada layang-layang membuatnya terlihat seperti bintang bersinar di malam hari, sehingga disebut lentera Tuhan. (sumber:RRI)

