Film Ozora Angkat Kisah Nyata Korban Kekerasan, Baim Wong: Suara Mereka Tak Boleh Hilang

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Sutradara Anggy Umbara bersama saudaranya Bounty Umbara memperlancar proyek film berjudul Ozora, yang diangkat dari kisah nyata seorang remaja bernama David Ozora (16) dan perjuangan ayahnya menuntut keadilan.

Film ini mencuat setelah kasus penganiayaan yang menimpa David mengguncang publik di Indonesia. Episodenya memuat bagaimana sistem hukum dan kekuasaan berhadapan dengan semangat seorang ayah yang menolak diam dan menjadi pengingat bagi banyak pihak.

Dalam konferensi pers, Anggy menyebut bahwa film ini dilahirkan dari rasa gelisah atas fenomena bullying dan abuse of power di masyarakat. Ia ingin menyajikan kisah yang hampir 90 % akurat terhadap fakta dan membawa penonton ke sudut yang sering luput dari perhatian.

Aktor Chicco Jerikho dipercayakan memerankan karakter Jonathan, ayah yang berjuang demi putranya. Ia menyebut peran tersebut sangat pribadi karena sebagai seorang figur publik dan ayah, ia merasa dekat dengan rasa kehilangan harapan namun tetap harus kuat.

Chicco mengaku sering berkonsultasi langsung dengan Jonathan dalam proses reading naskah dan syuting. Ia ingin memastikan bahwa setiap adegan mencerminkan ekspresi emosional dan kegelisahan nyata yang dialami keluarga korban.

Sementara pemeran David, aktor muda yang dipilih untuk memerankan karakter tersebut, mengaku menangis saat membaca naskah. Ia memahami bahwa selain menjadi tokoh film, ia juga menjadi medium suara bagi korban dan keluarga mereka yang selama ini mungkin tak banyak terdengar.

Lebih dari sekadar kisah individu, film Ozora dihadirkan sebagai refleksi sosial, di mana kekuasaan dan superioritas tak dijadikan hak untuk menindas. Dengan latar belakang kasus nyata, produksi ini menegaskan bahwa keadilan bukan milik hanya satu pihak tetapi milik semua warga yang diperdaya sistem.

Dalam persiapan syuting, kru dan pemain mengaku menghadapi tantangan intens. Syuting yang menggambarkan adegan emosional serta tekanan mental membuat banyak pihak merasa “lelah hati”, namun pihak produksi menyatakan bahwa itu diperlukan agar hasil film kuat dan otentik.

Jadwal tayang film ini telah diumumkan untuk rilis pada bulan Desember 2025 dan diprediksi akan menjadi salah satu film paling dinanti tahun ini, baik dari sisi cerita yang kuat maupun relevansinya dengan situasi sosial di Indonesia.

Publik dan pengamat perfilman berharap bahwa Ozora akan membuka ruang dialog lebih luas mengenai kekerasan, keadilan, dan peran keluarga dalam menghadapi sistem yang kadang tak berpihak. Jika dieksekusi dengan baik, film ini bisa menjadi titik balik bagi narasi berubah dari diam ke suara.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.