Gala Premiere Film Urang Bunian di Basko City Mall Sukes, Buruan Nonton Tayang Perdana 17 September

by

Gala Premiere Film Urang Bunian di Basko City Mall Sukes, Buruan Nonton Tayang Perdana 17 September

SEMANGATNEWS.COM. Padang- Gala premiere Film “Urang Bunian” berlangsung sukses di Bioskop XXI Basko City Mall, Padang, Minggu (13/9/2026). Sekitar 100 orang lebih tokoh yang terdiri dari pemuka adat, pejabat, pendidik, seniman, anak muda, sejarawan, wartawan, tokoh olahraga, para milenial, gen Z, gen Alpha, tampak hadir menyaksikan pemutaran perdana film ini dan memberi pujian.

“Asik. Filmnya horor modern. Film ini dikemas dengan apik mengangkat mitos Urang Bunian. Saya penasaran, apa itu Urang Bunian. Selama ini hanya dengar-dengar dari orangtua bahwa ada Urang Bunian di hutan-hutan dan punya dunia kehidupan sendiri,” kata Gilang Gardhiolla (25) usai menonton.

Gilang Gardhiolla mengatakan, ternyata Urang Bunian banyak yang jahat sebagaimana dipersepsikan selama ini, tapi ada juga yang baik hati dan berjiwa penolong. Film ini menjawab, sosok Parewa yang selama ini kesannya ganas, garang, cenderung jahat, justru jadi sosok yang penolong yang dilakoni Pinto Janir, Budayawan,Seniman Minangkabau yang talentanya tidak diragukan lagi.

Wartawan senior Hasril Chaniago memberi apresiasi terhadap film Urang Bunian, juga sekaligus menyampaikan komentarnya. Kata Hasril, setelah Siti Nurbaya, inilah film layar lebar yang kembali mengangkat mitos dari Minang dengan syutingnya mengangkat pesona keindahan Ranah Minangkabau.

“Saya sudah lama terus mendorong agar diproduksi film-film yang mengangkat budaya Minang, nah ini muncul Urang Bunian, dan tentu saja sangat patut untuk ditonton. Nanti kita harapkan ada juga diproduksi film yang berlatar belakang sejarah Minang,” kata Hasril Chaniago, yang belakangan aktif dalam penulisan sejarah Minangkabau.

Sementara itu Zulnadi menilai film ini sangat bagus ditonton. Jika selama ini kita hanya mendengar mitos ada “Urang Bunian”, kini diangkat dalam film layar lebar yang sedikit banyaknya mirip dengan imajinasi kita sehari-hari. Ingat tatkala Gamawan Fauzi ketika Bupati Solok tersesat di rimba batas Solok- Padang, memunculkan sebuah lagu “Sibunian Bukik Sambung”. Antara percaya atau tidak, tapi itulah realita. Yang jelas orang Minang itu sangat percaya bahwa sesuatu itu ada penghuninya. Sehingga ada mamangan Lauik Sati Rantau Batuah. Ketidak percayaan Calvin sebagai sopir Kapten  Tedy dengan yang gaib itu, membuat dia tersesat di rimba yang akhirnya masuk kampung Rang Bunian, sebut Zulnadi.

Wakil Bupati Solok Candra, SHI juga tampak dalam deretan penonton gala premiere film berdurasi 88 menit ini. Katanya, film Urang Bunian sangat layak ditonton, tidak saja orangtua tetapi juga gen Z. Kisah Urang Bunian berhasil dikemas jadi film horor yang sarat dengan nilai-nilai kesetiaan, adat, budaya, nasehat agama dan ada juga percintaannya.

“Anak-anak muda, milenieal, gen Z, gen Alpha, wajib nonton film Urang Bunian ini, supaya tahu apa itu Urang Bunian yang telah jadi mitos selama berpuluh atau beratus tahun ini. Dan saya senang film ini sarat dengan nilai adat, budaya dan agama,” kata Wabup Candra.

Nasrul Azwar alias Mak Naih, salah seorang kritikus sastra, terkesan dengan film Urang Bunian. Mitos yang selama ini hidup ditengah masyarakat Minang berhasil diwujudkan sebagai film. Ia menjawab kerinduan publik atas film yang diangkat dari kisah-kisah yang hidup di masyarakat.

Pemutaran perdana film Urang Bunian dihadiri langsung oleh sutradaranya Rendy Herpy dan produser Johansyah Jumberan, serta aktor-aktor yang menjadi pemeran film Urang Bunian yaitu Anton Permana (Datuak Hitam), Fauzan Nasrul (Kevin), Pinto Janir (Parewa), dan konten kreator Uda Rio (Ajo).

Tokoh-tokoh yang tampak ikut menyaksikan film Urang Bunian ini, antara lain pengusaha dan pemuka adat Ir. Almaysar, MM Dt. Bangso Dirajo Nan Kuniang, pembaca puisi Asia Tenggara Syarifuddin Arifin, Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, Ketua KONI Sumbar Hamdanus, Pengusaha Muda Zico Basko, Sekretaris DHD45 Sumbar Eko Yance Edrie, Adv Mevrizal, SH.,MH., pengusaha Herman Ujang, wartawan senior Gusfen Khairul, pegiat wisata Bundo Wati, pegiat peduli jejak sejarah Marsaleh Adaz, dan banyak lagi yang lain.

Dr. Anton Permana, SH., S.IP Dt. Hitam yang berperan sebagai Datuak Hitam, sejatinya juga membantu sebagai kreator dan konsultan adat dalam film ini, sehingga sapuan adat, budaya dan pesan-pesan agama kental mewarnai film ini dengan konsep kekinian.

“Bersama Rendy Herpy dan Johansyah Jumberan, kami mengangkat kisah Urang Bunian ke dalam struktur film horor modern, dengan tetap menempatkan lanskap alam Sumatera Barat dan latar budaya Minang sebagai bagian penting dari dunia cerita,” kata Anton Permana yang seusai penayangan perdana Urang Bunian ini dikerubuti milenal dan Gen Z yang ingin berswafoto.

Dalam tradisi cerita masyarakat Minangkabau, Urang Bunian dikenal sebagai sosok dari dunia gaib yang dipercaya mendiami kawasan tertentu, terutama hutan dan tempat-tempat yang dianggap memiliki keterkaitan dengan dunia tak kasatmata. Cerita yang sudah melekat sejak puluhan, bahkan ratusan tahun ini, kini dapat disaksikan dengan horor, kisah percintaan, perjuangan, kesetiaan dan pesan-pesan moral kekinian.

Karena itu, jangan lupa saksikan Film Urang Bunian yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 17-19 September 2026. Untuk Sumatera Barat hadir di tiga bioskop di Kota Padang : XXI Basko City Mall, XXI Trans Mart dan CGV Raya Padang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.