Gempa 6,9 SR di Cebu: Korban Tewas Tembus 60-an, Puluhan Terluka dan Bangunan Runtuh

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah gempa dahsyat berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang Provinsi Cebu, Filipina tengah, pada malam hari. Guncangan yang cukup kuat ini menimbulkan kerusakan luas dan memakan korban jiwa.

Hingga laporan terkini, sedikitnya 61 orang tewas akibat bencana ini, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka. Angka kematian tersebut masih dapat bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan.

Kota Bogo menjadi salah satu daerah paling parah terdampak. Sebanyak 27 korban meninggal dilaporkan dari wilayah ini, dengan bangunan-bangunan rusak berat, serta fasilitas umum yang ikut ambruk.

Tak hanya Bogo, daerah San Remigio juga mengalami kerugian besar. Di sebuah kompleks olahraga setempat, sebagian bangunan runtuh saat pertandingan berlangsung, menyebabkan korban berjatuhan di tengah keramaian.

Lebih dari 140 orang luka-luka dilaporkan. Sebagian besar menderita luka ringan dan sedang akibat tertimpa puing, pecahan kaca, dan reruntuhan dinding. Tim medis lokal kini bekerja keras untuk memberikan pertolongan darurat.

Dampak gempa tidak terbatas pada korban manusia. Puluhan bangunan—mulai dari rumah tinggal, gedung pemerintahan, hingga tempat ibadah—mengalami kerusakan. Beberapa jembatan dan infrastruktur jalan juga retak dan ambles, menghambat akses ke beberapa desa terpencil.

Pihak berwenang segera menetapkan status darurat di beberapa wilayah paling parah terkena dampak. Tim SAR lokal dan relawan dikerahkan untuk membantu pencarian korban serta evakuasi warga terdampak ke lokasi aman.

Sementara itu, sejumlah jalan akses utama tertutup karena retakan dan runtuhan batu. Jadwal distribusi logistik menjadi tersendat, dan pasokan listrik serta air sempat padam di berbagai titik. Warga pun banyak yang memilih mengungsi sementara ke tempat terbuka.

Gempa itu terjadi di kedalaman yang relatif dangkal, sehingga guncangan terasa kuat di permukaan. Beberapa laporan menyebut warga merasakan getaran hingga daerah jauh dari pusat gempa, bahkan hingga pulau-pulau sekitar.

Saat ini, otoritas Filipina masih memantau kemungkinan gempa susulan (aftershock) dan bergerak cepat mengerahkan bantuan kemanusiaan. Pemerintah pusat sudah menyatakan kesiapan membuka jalur bantuan dari kota besar terdekat dan meminta warga tetap tenang serta menjauhi bangunan yang retak atau rawan ambruk.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.