Jakarta, Semangatnews.com – Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Sabtu malam. Guncangan terjadi secara tiba-tiba dan langsung memicu kepanikan warga yang merasakan getaran kuat di berbagai daerah.
Gempa tercatat terjadi pada malam hari dengan pusat gempa berada di wilayah perairan laut di sekitar Kepulauan Talaud. Kedalaman gempa tergolong dangkal, sekitar 31 kilometer, sehingga getarannya terasa sangat kuat di permukaan.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah seperti Melonguane, Bitung, Minahasa Utara, Sitaro, hingga Kota Ternate. Di beberapa daerah, warga melaporkan perabotan rumah bergoyang dan bangunan bergetar selama beberapa detik.
Kepanikan sempat melanda masyarakat, terutama di kawasan permukiman padat. Banyak warga berhamburan keluar rumah dan berkumpul di area terbuka untuk menghindari risiko tertimpa bangunan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi ini disampaikan untuk menenangkan warga, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
BMKG menjelaskan gempa ini merupakan gempa bumi tektonik yang dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng di kawasan Maluku dan sekitarnya. Wilayah ini dikenal memiliki kompleksitas tektonik yang tinggi.
Pasca gempa utama, sejumlah warga juga merasakan adanya getaran susulan dengan intensitas lebih kecil. Fenomena ini merupakan hal yang lazim terjadi setelah gempa berkekuatan besar.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut. Begitu pula dengan kerusakan bangunan, yang masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang.
Meski demikian, aparat dan petugas kebencanaan di daerah terdampak tetap disiagakan. Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan pemantauan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti arahan resmi serta memastikan kondisi rumah aman sebelum kembali beraktivitas.
Para ahli kebencanaan mengingatkan bahwa Sulawesi Utara berada di wilayah rawan gempa karena berada di jalur cincin api Pasifik. Kesiapsiagaan dan edukasi mitigasi bencana menjadi kunci untuk meminimalkan risiko.
Dengan kondisi yang masih berpotensi terjadi gempa susulan, masyarakat diharapkan tetap tenang namun siaga. Pemerintah dan aparat akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan situasi di lapangan.(*)
