SEMANGAT PADANG – Ruang Audiotorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat selama dua hari Rabu dan Kamis (6-7/9) ramai dikunjungi warga untuk menyaksikan pertunjukan/lomba pemilihan media tradisional terbaik yang diikuti oleh 19 Kabupaten/Kota se Sumatera Barat, kecualai Mentawai dan Pasaman Barat. Berbagai cilotek yang dikemas menjadi pesan, suara musik tradisional menggema seakan memecahkan ruang pertunjukan. Tiga juri terlihat konsen memberikan penilaian. Akhirnya Grouo Palito Nyalo dari Kota Padang menjadi pemanang dan terbaik untuk Provinsi Sumbar, Kamis (7/9).
Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat yang menggelar lomba pemilihan media tradisional terbaik tingkat provinsi Tahun 2017 di Auditorium Gubernuran, Group Palito Nyalo dibawah pimpinan Dasrul mewakili Provinsi Sumbar ke pentas Nasional nantinya. Untuk penampilan terbaik II Kota Solok dan III Pariman. Sutradara terbaik Zalmasri dari Kota Padang, urutan II Kota Solok dan posisi ketiga Pariaman. Pemeran pria terbaik dari Kota Padang Panjang, Ilno Ammara dari Kota Padang juara II dan Solsel peringkat III.
Sementara Sanggar Seni Sangkakalo mewakili Kabupaten Sijunjung dan kesenian lainnya terpaksa menelan pil pahit. Sebelumnya juri juga telah menyampaikan, saat technical meeting kepada perwakilan dari masing-masing Kabupaten/Kota terkait penilaian dalam lomba. Dalam lomba yang dinilai terkait waktu yang tidak lebih dari 30 menit, peralatan harus tradisional, memakai bahasa daerah, adanya pesan dalam cerita, dialog, tari, serta hiburannya. Ketiga juri tersebut, Mulyadi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Wisni Lusita dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar, Rizal Tanjung dari Budayawan.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumbar Pemenang dari lomba i mewakili Sumatera Barat pada lomba pemilihan media tradisional di tingkat nasional nantinya.-(Irwandi Rais)

