Gubernur Sumbar, “Angkot pilihan Alternatif Angkutan Rakyat”.

oleh -

Semangatnews, Padang – Angkot merupakan salah satu transportasi publik paling populer di Indonesia, yang merupakan alternatif angkutan rakyat dengan kelebihan jangkauan operasi yang paling luas dan mendalam yang sudah beroperasi sejak lama, sebelum populernya ojek online dan taksi online, angkutan ini sempat menjadi primadona bersama dengan bus kota.

Namun sayangnya meski penumpangnya banyak, tapi kebanyakan angkot tidak terlalu diperhatikan fasilitasnya. Oleh karena itu, banyak penumpang yang tidak nyaman jika harus berlama-lama di dalam angkot. Masalahnya adalah kebiasaan ‘ngetem’ bikin penumpang geregetan dan suka berhenti tiba-tiba tanpa menyalakan lampu sein.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam pembukaan acara Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah (PD) Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (F.SP.TSI)–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K.SPSI) FSPTSI-K.SPSI Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di Auditorium Gubernuran, Kamis (7/3/2019).

Acara tersebut bertema “Mewujudkan konsilidasi program nyata dan kesejahteraan dari pekerja untuk pekerja menjadi pekerja yang mandiri, modern dan profesional” yang dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) FSPTSI-K.SPSI Drs. H. M. Yusuf Rizal, SE, MSi, Sekjend PP FSPTSI-K.SPSI Mustakim Ishak, Penasehat PD FSPTSI-K.SPSI Sumbar H. Muslim M. Yatim, Penasehat PD FSPTSI-K.SPSI Sumbar Hj. Nevi Zuarina, Forkopimda Sumbar dan pimpinan daerah serta pengurus FSPTSI-K.SPSI Se Sumatera Barat.

Dalam sambutan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, permasalahan transportasi di Indonesia selalu menjadi pehatian serius termasuk di Sumbar. Transportasi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dikarenakan hampir semua kegiatan manusia tidak lepas dari proses transportasi.

Lanjut Irwan menyampaikan, saat ini banyak angkutan online yang memiliki berbagai ampikasi untuk melayani penumpangnya, ini salah satu keuntungan bagi masyarakat untuk memudahkan sampai ke tujuan.

“Saat ini transportasi yang layak dan efektif sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, transportasi termasuk bagian penting untuk menunjang berbagai kegiatan di sebuah kota,” kata Irwan.

“Yang menjadi masalah saat ini adalah naiknya harga tiket pesawat terbang dan bagasi berbayar, ini banyak merugikan masyarakat termasuk UMKM kita,” tambahnya.

“Kita Pemerintah sudah 4 – 5 kali menyurati pusat agar menurunkan harga tiket, tapi hasilnya masih kurang memuaskan, bahkan dalam pertemuan Gubernur se Indonesia baru-baru ini kami adakan juga merumuskan permasalahan tiket pesawat yang mahal,” jelasnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, kedepannya, kita akan menjalin konsolidasi dan saling koor­dinasi kepada kepengurusan yang baru dan juga kepada instansi terkait untuk bisa membangun Sumbar kedepannya.

Sebelumnya Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) FSPTSI-K.SPSI Drs. H. M. Yusuf Rizal, SE, MSi mengatakan, bahwa dalam rangka mewujudkan Misi F-SPTI-K-SPSI menjadi pekerja yang cerdas, tangguh dan profesional, Pimpinan F-SPTI akan memotivasi segenap anggotanya untuk membangun organisasi yang mapan, maju dan modern agar dapat berperan lebih aktif lagi dalam pembangunan di masa mendatang.

Selain itu, ia juga menjelaskan terkait para pekerja harus berpacu meningkatkan profesionalitas, termasuk peningkatan keterampilan dan standar kompetensi bidang pekerjaan.

“Anggota -SPTI-K-SPSI mayoritas bekerja di bidang transport sektor non informal, namun kami tetap akan melakukan pelatihan untuk peningkatan sumberdaya anggota dan mengerti akan aturan yang berlaku,” katanya.

Pada kesempatan itu, Penasehat Pimpinan Daerah FSPTSI-K.SPSI Sumbar Hj. Nevi Zuarina mengatakan, seluruh jajaran Pengurus FSPTSI-K.SPSI berkomitmen untuk turut mendukung sepenuhnya pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Sumbar dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi rakyat di daerah ini.

“Di Sumbar termasuk daerah yang aman bagi masyarakat untuk beraktivitas, contohnya pada Hari Buruh se Dunia 1 Mei 2018 yang lalu pihak F-SPTI-K-SPSI tidak melalukan aksi demo, namun melakukan aksi solidaritas dan damai, serta adem-adem aja,” kata Nevi.

Selanjutnya Nevi menjelaskan, tantangan dari situasi ketenagakerjaan nasional dan industri nasional saat ini adalah upah murah, tingkat serapan pasar tenaga kerja yang tidak sebanding jumlah angkatan kerja, ekonomi digital yang disrupitive (menciptakan pasar baru).

“Di tambah lagi ada sistem Industri 4.0 yang merupakan tantangan bagi kita, mau tidak mau perubahan zaman ini akan hadir ditengah-tengah kita,” ucapnya.

“Apalagi saat ini banyak tenaga asing yang masuk ke daerah kita yang siap bersaing dengan kita,” tambahnya.

Nevi berharap dalam Musda ini dapat menghasilkan pemimpin yang baru dan bisa membawa organisasi ini menjadi solid dan berupaya mensejahterakan anggotanya.

Selesai dibukannya acara Musda FSPTSI-K.SPSI Se Sumatera Barat oleh Gubernur Sumbar, dilanjutkan dengan foto bersama.(nov)