Gubernur Sumbar Harapkan Kontraktor Kerja Profesional

oleh -

Semangatnews,Bumiminang-Kita berharap para kontraktor yang melakukan pekerjaan dapat menghasilkan pekerjaan secara profesional, bukan asal dapat proyek lalu platfom dikurangi sampai 70 persen, secara keuangan memang pemprov untung, sisa uang kembali akan tetapi hasil pekerjaan menjadi tidak maksimal. Apakah kerisauan ini dapat dibantu oleh Gapeksindo agar anggotanya tidak melakukan yang demikian.

Hal ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno pada acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IV Gabungan Perusahaan Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapeksindo) Provinsi Sumatera Barat di Bumiminang, Sabtu (17/11/2018).

Tema Musda Gapeksindo Sumbar Sebagai Penyedia Jasa Konstruksi Siap Melakasanakan Bisnis yang Berintegritas

Gubernur Irwan Prayitno lebih lanjut menyampaikan, tender sudah terbuka, saya risau banyak keluhan sebagai pemilik kerja, ketika jembatan, bangunan irigasi dan macam-macam kontruksi dimenangkan oleh pengusahaa tapi tidak menampilkan kinerja yg berkualitas tidak capai sesuai dan menjadi temua penegak hukum.

Setelah diselusuri pemenang tender dengan harga over estimate bahkan sampai 30 persen, sementara 80 persen sudah susah mencapai hasil maksimal. Kenapa demikian, alasan mereka daripada tidak dapat proyek mending dapat kerja walaupun tidak untung. Tetapi bisa mengaji karyawan dan dikurangi-kurangi bahan bisa sampai, akibatnya jadi negatif.

Mau kita patok yang rendah penawaran nanti disanggah, komitmen ditetapkan dilakukan justru berbeda. Dilema lPSE dengan kondisi yang ada saat ini, dengan ekatalog, seperti sisa anggaran 20 persen tapi tender tak jadi. Karena uang tak cukup. Modus akal-akalan nanti harga satuan dinaikin, bisa-bisa jadi masalah hukum.

“Kerisauan terhadap pekerja kedua, masalah temuan kita berikan tender malah di alihkan ke pihak ketiga, dan pihak ketiga itu bermasalah tidak layak karena juga pihak yang sedang bermasalah. Jadi kinerja tidak capai target dana tersebut tidak bisa dijalankan,” ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga menjelaskan, Pemprov Sumbar, ikuti aturan di ULP pakai LPSE yang semuanya bisa ikut terlibat. Dan bisa ikut tender. Cuma dampak negatif yang kami rasakan, karena mereka ingin menang maka penawaranya murah.

“Nah karena murah itu dari owner estimate bisa 70 persen bisa berdampak pada kualitas bangunan. Konstruksi kan untuk irigasi, jalan, gedung, dll. Kalau kualitas kurang dari penawaran kan tidak bagus hasilnya. Di satu sisi kami untung karena uang berlebih namun hasilnya gampang rusak. Solusinya, ya mereka harus profesional. Kalau sampai 70-75 persen tidak profesional, mungkin 90 persen keatas yang lebih baik hasil kerjanya,” ujarnya.

Selain itu Gubenur Sumbar Irwan Prayitno menghimbau Pengurus Gapeksindo harus pandai bersinergi antara pemerintah dan pengusaha. Gapesindo harus membuka diri dalam arti positif, kerja secara profesional kita tuntut.

Semoga Mitra utama pemerintah, jadilah mitra kerja sehingga pemerintah pun bisa terbantu. Berikan juga masukan kepemerintah agar nyaman dalam menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas dan membanggakan.

“Sementara Pengawasan Pemprov Sumbar terhadap tugas BPK, kita sesuai aturan dan itu sudah bejalan bagus,” terangnya.

Menyikapi kerisauan Gubernur itu Ketua Umum DPD Gapeksindo Sumbar Soetrisno menyatakan, persoalan yang disampaikan Gubernur Sumbar agar membatasi subkontrak.

“Subkontrak harus sesuai Kerjasama Operasi (KSO).
Kalau yang diceritakan pak Gubernur kayak tadi ilegal dan bisa tindakan BPK,” ujarnya Soetrisno spontan