Gubernur Sumbar, Pembangunan Sudah Berjalan Lebih Baik

oleh -

Semangatnews, Padang – Capaian penyelenggaraan pemerintahan dalam beberapa tahun terakhir sudah lebik baik dimana, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat mengalami peningkatan dari 67,25 tahun 2010, meningkat menjadi 71,73 pada tahun 2018, lebih tinggi dari capaian nasional tahun 2018 sebesar 71,39. Status pembangunan manusia di Sumatera Barat berada pada kelompok status tinggi.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada Musrenbang perubahan RPJPD 2005-2025 lalu di Padang, yang dikutif semangatnews.com, Kamis (5/12/2019).

Lebih lanjut juga dikatakan bidang pendidikan sekolah-sekolah dari tahun 2010 sebesar 8,13 tahun mengalami peningkatan secara bertahap dan pada tahun 2018 menjadi sebesar 8,76 tahun.

“Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2010 sebesar Rp.17,93 juta, mengalami peningkatan dari tahun ketahun dan tahun 2018 sebesar Rp.42,83 juta, sedangkan PDRB per kapita Nasional tahun 2010 sebesar Rp.23,97 juta dan tahun 2018 menjadi sebesar Rp.56,00 juta”, ujarnya

Gubernur menyatakan, saat ini kinerja ekspor Sumbar mengalami peningkatan, hingga pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2019 (triwulan III) sebesar 5,16%, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,02%.

Hal ini terlihat volume ekspor tahun 2018 sebesar 4.907 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar U$ 1.595 Juta dan pada tahun 2017 volume ekspor sebesar 4.723 ribu ton dengan Nilai ekspor US $ 2.046 sedangkan volume impor pada tahun 2017 sebesar 1.025 ribu ton, dengan nilai impor U$ 446 juta menjadi 1.138 ribu ton dan nilai impor U$ 546 juta pada tahun 2018.

Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2010 sebesar 6,95% dan mengalami penurunan secara bertahap sehingga pada kondisi bulan Agustus 2019 menjadi sebesar 5,33%. Sedangkan capaian nasional pada tahun 2019 sebesar 5,28%.Untuk persentase penduduk miskin di Sumbar pada pada tahun 2010 sebesar 9,44% dan mengalami penurunan( Maret 2019) menjadi sebesar 6,42%.

Capaian penduduk miskin Sumbar jauh dibawah rata-rata nasional sebesar 9,41%.Selanjutnya daerah tertinggal pada tahun 2010 sebanyak 8 Kabupaten, dan dapat dientaskan, sehingga pada tahun 2019 masih terdapat 1 (satu) Kabupaten Tertinggal, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Capaian tersebut di atas, tentunya merupakan hasil kerja kita semua, seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha. Meskipun masih ditemui tantangan dan permasalahan di tengah masyarakat yang perlu kita rumuskan bersama alternatif penyelesaian masalahnya,” paparnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa pada tahun 2007 dan 2009 terjadi gempa bumi di Provinsi Sumatera Barat yang mengakibatkan ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur (pendidikan, kesehatan, jalan, jembatan, irigasi, gedung pemerintah, fasilitas umum dan sosial), yang tentunya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian daerah, kondisi sosial masyarakat, dan sekaligus terjadi peningkatan kemiskinan dan pengangguran.

Perkembangan pembangunan Sumbar beberapa tahun ini telah memiliki tren positif telah memberikan motivasi besar masyarak dalam berkatifitas meningkatkan kesejahteraannya.

Menurut semangatnews.com, jika masih banyak yang belum mengetahuinya dampak keberhasilan mungkin saja publikasi dan kegiatan sosialisasi yang sangat kurang terekspos kepada publik dan masyarakat. (smgt)