Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa “Gus Ipul” menyerukan agar seluruh masyarakat Indonesia melaksanakan hening cipta secara serentak pada Senin, 10 November 2025 pukul 08.15 WIB.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat meninjau langsung persiapan upacara ziarah nasional dalam rangka peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.
Menurut Gus Ipul, instruksi hening cipta ini penting agar momentum peringatan Hari Pahlawan menjadi lebih bermakna dan terasa secara nasional karena dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.
Dia berharap bahwa saat pukul 08.15 WIB akan terjadi sunyi sejenak di seluruh sudut Nusantara, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan kemerdekaan dan pejuang bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul menyampaikan bahwa selain persiapan teknis upacara, perhatian juga diberikan pada pengelolaan makam pahlawan agar tetap diperlakukan sebagai ruang sakral untuk refleksi nilai-perjuangan.
“TMP ini harus kita kelola bersama-sama. Harapannya bisa ada pemasukan juga, tapi tetap dibuka secara profesional dan dilayani dengan baik,” ujar Gus Ipul.
Dia menekankan bahwa suasana sakral di TMP Kalibata harus tetap terjaga, agar publik yang datang merasakan bahwa tempat tersebut bukan sekadar makam, tetapi simbol inspirasi bagi generasi berikutnya.
Untuk tahun ini tema peringatan Hari Pahlawan adalah “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, dan melalui hening cipta ini diharapkan nilai-teladan para pahlawan dapat hidup kembali di tengah masyarakat.
Gus Ipul juga mengatakan bahwa bila rencana pengembangan TMP Kalibata disetujui oleh Presiden RI dan arahan dari menteri terkait, maka lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi yang lebih membanggakan sekaligus menginspirasi.
Upacara ziarah nasional akan digelar tepat pukul 08.00 WIB, di mana Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan sebagai Inspektur Upacara, dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai cadangan.
Dengan seruan hening cipta dan upacara berskala nasional, Pemerintah ingin menggaungkan makna pahlawan tidak hanya pada upacara seremonial, melainkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.(*)
