Jakarta, Semangatnews.com – Tim bulu tangkis putri Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat saat berjumpa Denmark di perempat final Uber Cup 2026. Laga ini diprediksi berlangsung sengit mengingat Denmark tampil sebagai tuan rumah dengan kekuatan merata.
Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, menegaskan bahwa sektor tunggal akan menjadi kunci dalam pertandingan ini. Ia menargetkan anak asuhnya mampu menyumbang setidaknya dua poin untuk membuka jalan menuju semifinal.
Menurut Imam, kekuatan Denmark terletak pada tiga pemain tunggal yang kerap tampil di level turnamen internasional. Hal ini membuat Indonesia harus tampil maksimal sejak awal pertandingan.
Ia juga menyoroti pentingnya partai tunggal pertama sebagai penentu arah pertandingan. Jika Indonesia mampu mencuri poin pembuka, peluang untuk menang akan semakin terbuka.
Putri Kusuma Wardani diprediksi menjadi andalan di partai pembuka. Ia kemungkinan akan menghadapi pemain top Denmark, Mia Blichfeldt, dalam duel yang sarat tekanan.
Meski memiliki catatan pertemuan yang beragam, Imam menegaskan bahwa hasil sebelumnya tidak bisa dijadikan acuan. Atmosfer pertandingan beregu dinilai sangat berbeda dengan turnamen individu.
Selain faktor teknis, Indonesia juga harus menghadapi tekanan dari dukungan publik tuan rumah. Atmosfer kandang diyakini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Denmark.
Kapten tim Putri Kusuma Wardani mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak meremehkan lawan. Ia menilai kekuatan Denmark cukup merata dan berpotensi menyulitkan di semua sektor.
Putri juga menekankan pentingnya menjaga fokus sejak awal hingga akhir pertandingan. Semangat juang dan mental bertanding menjadi faktor penting dalam laga krusial ini.
Persiapan tim disebut berjalan dengan baik menjelang pertandingan. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur setelah menjalani sesi latihan terakhir.
Jika berhasil mengalahkan Denmark, Indonesia akan melangkah ke semifinal dan menjaga peluang meraih gelar. Pertandingan ini menjadi ujian besar bagi konsistensi tim putri Merah Putih di level dunia.(*)

