Jakarta, Semangatnews.com – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyiapkan pendekatan realistis untuk menghadapi Piala Asia 2027. Setelah mengantarkan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman kini menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni membawa Indonesia bersaing dengan tim-tim terbaik di kawasan Asia.
Herdman menyadari bahwa keberhasilan di tingkat Asia Tenggara belum otomatis menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama di benua tersebut. Piala Asia akan menjadi ujian sesungguhnya untuk mengukur perkembangan tim, terutama ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki pengalaman dan kualitas pemain lebih matang.
Salah satu sasaran yang ingin dicapai Herdman adalah membawa Indonesia melewati fase grup. Ia menilai target tersebut menjadi langkah penting untuk membuktikan bahwa skuad Garuda mampu meningkatkan prestasi di kompetisi internasional, sekaligus membangun pijakan menuju pencapaian yang lebih tinggi.
Meski demikian, Herdman tidak menutup kemungkinan bahwa para pemain memiliki ambisi yang lebih besar. Ia berencana mendiskusikan target internal bersama kelompok pemimpin tim agar seluruh anggota skuad mempunyai tujuan yang jelas dan memahami tantangan yang harus dihadapi.
Menurut Herdman, status Indonesia sebagai tim nonunggulan atau underdog justru dapat memberikan keuntungan tersendiri. Tim tidak harus terbebani ekspektasi sebagai favorit, sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada persiapan, disiplin taktik, dan upaya memberikan perlawanan terbaik di setiap pertandingan.
Ia juga menyoroti perbedaan pengalaman internasional antara pemain Indonesia dan calon lawan mereka. Herdman menyebut rata-rata penampilan internasional para pemain Garuda masih sekitar 16 kali, sedangkan sejumlah tim pesaing memiliki pemain dengan pengalaman lebih dari 30 hingga 50 pertandingan internasional.
Perbedaan tersebut menjadi gambaran bahwa Indonesia masih membutuhkan waktu untuk memperkuat kematangan skuad. Pengalaman menghadapi pertandingan berintensitas tinggi akan menjadi modal penting, terutama ketika para pemain harus mengambil keputusan cepat di bawah tekanan lawan.
Tantangan itu semakin nyata karena Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Jepang dan Qatar dikenal memiliki pengalaman besar di kompetisi internasional, sedangkan Thailand juga menjadi pesaing regional yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Herdman ingin menjadikan pertandingan melawan tim-tim tersebut sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan sebenarnya dari skuad Garuda. Ia berharap para pemain tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mampu memperlihatkan perkembangan organisasi permainan, keberanian menghadapi tekanan, serta konsistensi sepanjang laga.
Kepercayaan diri yang diperoleh setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan dapat membantu Indonesia menjalani persiapan dengan lebih positif. Namun, pencapaian tersebut tetap harus diikuti kerja keras, evaluasi menyeluruh, dan peningkatan kualitas permainan agar tim tidak kesulitan ketika menghadapi lawan dengan level kompetisi lebih tinggi.
Piala Asia 2027 pun menjadi kesempatan bagi Herdman dan para pemain untuk membuktikan bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang. Dengan memadukan mentalitas underdog, target yang terukur, dan ambisi untuk melampaui pencapaian sebelumnya, skuad Garuda diharapkan mampu memberikan penampilan kompetitif serta membuka peluang menciptakan kejutan di panggung Asia.(*)

