Jakarta, Semangatnews.com – Pebalap muda Malaysia, Hakim Danish, mengungkap alasan di balik performanya yang menurun pada balapan Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Rider Aeon Credit-MT Helmets-MSi itu mengaku kurang percaya diri saat harus melaju di lintasan basah akibat hujan deras.
Balapan Moto3 Prancis yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, memang berjalan dramatis. Hujan yang turun sebelum balapan membuat kondisi trek sangat licin dan memaksa para pembalap beradaptasi cepat dengan cuaca ekstrem.
Hakim Danish sebenarnya tampil cukup menjanjikan sepanjang sesi latihan. Pebalap berusia 18 tahun itu bahkan sempat menunjukkan kecepatan kompetitif sebelum akhirnya mengalami penurunan performa saat kualifikasi dan race utama.
Dalam balapan utama, Hakim Danish memulai lomba dari posisi ke-12. Namun kondisi trek basah membuatnya kesulitan menemukan ritme balap hingga akhirnya hanya mampu finis di posisi ke-10.
Hakim mengaku dirinya tidak sepenuhnya nyaman mengendarai motor dalam kondisi hujan. Ia juga merasa setelan motor yang digunakan tim belum benar-benar cocok untuk lintasan basah di Le Mans.
Menurut Hakim, risiko kecelakaan di trek basah sangat tinggi sehingga ia memilih tampil lebih aman dibanding memaksakan diri mengejar posisi depan. Strategi tersebut diambil agar tetap bisa membawa pulang poin untuk timnya.
Pebalap asal Terengganu itu juga menyoroti minimnya sesi latihan basah sebelum race dimulai. Tim disebut tidak memiliki cukup data untuk menyiapkan motor menghadapi kondisi hujan yang tiba-tiba muncul menjelang balapan.
Di sisi lain, performa Veda Ega Pratama justru mencuri perhatian. Rider Honda Team Asia itu berhasil finis di posisi keempat meski juga mengaku sempat takut menghadapi lintasan licin di Le Mans.
Hasil tersebut membuat banyak penggemar Asia Tenggara membandingkan performa kedua rider muda tersebut. Veda dinilai lebih tenang dan agresif saat menghadapi balapan basah dibanding Hakim Danish.
Meski hasil di Le Mans tidak sesuai harapan, Hakim Danish tetap mencoba mengambil sisi positif dari akhir pekan balapan tersebut. Ia berjanji akan memperbaiki performa dan mempersiapkan diri lebih baik untuk seri berikutnya di Catalunya.
Moto3 Prancis 2026 akhirnya menjadi pengalaman penting bagi Hakim Danish dalam menghadapi tekanan balapan level Grand Prix. Tantangan cuaca ekstrem di Le Mans disebut akan menjadi pelajaran berharga untuk perkembangan kariernya ke depan.(*)

