Harga BBM di Asia Tenggara Naik, Thailand, Vietnam, dan Singapura Alami Tekanan Energi

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Singapura pada Maret 2026. Lonjakan ini terjadi di tengah tekanan pasar energi global yang belum stabil.

Di Thailand, pemerintah dilaporkan melakukan penyesuaian harga BBM, termasuk diesel yang naik mendekati 1 baht per liter. Kenaikan ini menjadi respons terhadap harga minyak dunia yang kembali menguat.

Penyesuaian harga tersebut dilakukan secara bertahap untuk menghindari gejolak inflasi yang terlalu tinggi di dalam negeri. Meski demikian, masyarakat tetap merasakan dampak langsung terhadap biaya transportasi.

Sementara itu, Vietnam juga mengalami tren kenaikan harga BBM, meskipun masih berada di level lebih rendah dibanding beberapa negara lain di kawasan. Rata-rata harga bensin di negara tersebut berada di kisaran Rp13 ribuan per liter.

Kenaikan di Vietnam dipengaruhi oleh mekanisme penyesuaian harga berkala yang mengikuti pergerakan harga minyak global. Kebijakan ini membuat harga domestik lebih responsif terhadap perubahan pasar internasional.

Berbeda dengan dua negara tersebut, Singapura mencatatkan harga BBM paling tinggi di Asia Tenggara. Harga bensin di negara kota itu bahkan menembus kisaran Rp32 ribu per liter.

Tingginya harga BBM di Singapura tidak lepas dari kebijakan tanpa subsidi serta penerapan pajak karbon yang cukup besar. Sistem pasar bebas membuat harga BBM sepenuhnya mengikuti mekanisme global.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan kebijakan energi di masing-masing negara. Thailand dan Vietnam masih memberikan intervensi terbatas, sementara Singapura menerapkan sistem pasar penuh.

Selain faktor kebijakan, kenaikan harga minyak mentah dunia juga menjadi pemicu utama lonjakan harga BBM di kawasan. Ketegangan geopolitik global ikut memperburuk situasi pasokan energi.

Di sisi lain, permintaan energi yang terus meningkat seiring pemulihan ekonomi pascapandemi turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa harga BBM di Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara kebijakan domestik dan dinamika global.

Dengan kondisi saat ini, tren kenaikan harga BBM di kawasan diperkirakan masih akan berlanjut jika harga minyak dunia tetap tinggi dan ketegangan geopolitik belum mereda.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.