Jakarta, Semangatnews.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Penurunan ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar dan investor yang memantau pergerakan logam mulia sebagai instrumen safe haven.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam turun sebesar Rp31.000 per gram. Harga yang sebelumnya berada di level Rp2.785.000 kini merosot menjadi Rp2.754.000 per gram.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga beli kembali juga mengalami penurunan cukup dalam. Pada perdagangan hari ini, harga buyback emas Antam turun Rp37.000 menjadi Rp2.557.000 per gram.
Penurunan harga emas ini disebut berkaitan dengan melemahnya harga emas global dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian ke pergerakan suku bunga Amerika Serikat dan penguatan dolar AS yang mempengaruhi harga logam mulia dunia.
Meski mengalami koreksi cukup tajam, sejumlah analis menilai emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman untuk jangka panjang. Fluktuasi harga disebut sebagai bagian dari dinamika pasar global yang biasa terjadi.
Harga emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram kini dibanderol Rp1.427.000. Sementara ukuran 5 gram berada di angka Rp13.545.000 dan ukuran 10 gram dijual Rp27.035.000.
Untuk ukuran besar, emas Antam 100 gram dipasarkan seharga Rp269.612.000. Sedangkan emas batangan ukuran 1 kilogram dijual di level Rp2.694.600.000.
Penurunan harga emas kali ini juga memperlebar selisih antara harga jual dan buyback hingga mendekati Rp200 ribu per gram. Kondisi tersebut membuat investor jangka pendek perlu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan transaksi.
Pemerintah tetap memberlakukan ketentuan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017 untuk transaksi pembelian maupun penjualan kembali emas batangan Antam. Potongan PPh 22 berlaku bagi pemilik NPWP maupun non-NPWP.
Sejumlah pedagang emas di Jakarta menyebut penurunan harga hari ini membuat minat pembelian masyarakat mulai meningkat. Banyak investor ritel memanfaatkan momentum koreksi harga untuk menambah kepemilikan emas.
Pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan. Jika tekanan global terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan berikutnya.(*)

