Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Peluang “Borong” Emas Kembali Dibuka

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, kembali mengalami penurunan yang signifikan setelah beberapa waktu sempat bergerak stabil dan cenderung tinggi. Berdasarkan pantauan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp 3.045.000 per gram, turun Rp 77.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya.

Penurunan harga ini mengejutkan sejumlah pelaku pasar, karena dalam beberapa minggu terakhir harga emas sempat menunjukkan sentimen positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun koreksi terbaru ini memberi ruang bagi para investor dan pembeli ritel untuk mempertimbangkan kembali pembelian emas fisik di kisaran harga yang lebih rendah.

Selain harga jual per gram, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami penurunan tajam. Buyback hari ini dipatok di angka Rp 2.794.000 per gram, turun lebih dalam sebesar Rp 107.000 dari posisi sebelumnya, membuat selisih antara harga jual dan harga buyback menjadi lebih lebar.

Penurunan harga emas batangan ini tercatat menyeluruh di berbagai pecahan. Untuk emas 0,5 gram harganya kini berada di Rp 1.572.500, sementara ukuran 5 gram dibanderol sekitar Rp 15.000.000 dan 10 gram di kisaran Rp 29.945.000. Pecahan besar seperti 100 gram juga ikut turun ke Rp 298.712.000.

Fenomena ini dinilai oleh sejumlah analis sebagai respon pasar terhadap pergerakan yield obligasi global serta pergerakan nilai dolar AS yang menguat belakangan ini, yang seringkali menekan logam mulia dalam jangka pendek. Emas tradisional seperti Antam cenderung bergerak sensitif terhadap faktor ini.

Dampak geopolitik global, termasuk ketegangan politik di kawasan Timur Tengah, juga disebut-sebut bisa memicu fluktuasi harga emas dunia yang kemudian tercermin pada harga lokal. Namun analis pasar menilai koreksi hari ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar jangka pendek daripada fundamental jangka panjang.

Sejumlah investor retail yang sering membeli emas fisik menyambut baik penurunan harga tersebut. Bagi mereka, ini menjadi momen strategis untuk “borong” emas sebagai aset lindung nilai atau investasi jangka panjang, terutama setelah harga emas sempat menembus angka tertinggi di awal tahun.

Sementara itu, bagi pemegang emas yang ingin menjual kembali, penurunan harga buyback menjadi pertimbangan penting karena bisa memengaruhi potensi keuntungan yang akan diterima saat realisasi penjualan. Selisih yang lebih besar antara harga jual dan buyback menuntut strategi cermat bagi investor.

Pihak Antam sebelumnya pernah mencatat bahwa emas fisik tetap menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia, meskipun mengalami fluktuasi harga sesaat. Sebagai komoditas yang berfungsi sebagai safe haven, emas sering mendapatkan perhatian saat pasar keuangan global bergerak dinamis.

Pergerakan harga emas ke depannya diprediksi akan tetap bergejolak mengikuti kondisi ekonomi makro dan perkembangan geopolitik. Para analis pun menyarankan bagi calon pembeli untuk memantau perkembangan harian harga emas secara berkala sebelum menentukan keputusan pembelian signifikan.

Dengan harga emas Antam yang kini lebih “ringan” dibanding sehari sebelumnya, banyak pihak melihat ini sebagai titik masuk yang menarik untuk memperluas portofolio investasi dengan harga beli yang relatif lebih menguntungkan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.