Jakarta, Semangatnews.com – Tekanan biaya produksi yang meningkat membuat Apple berada dalam posisi sulit, setelah CEO Tim Cook memberikan sinyal bahwa harga iPhone 18 Pro berpotensi naik signifikan pada generasi berikutnya.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh lonjakan biaya komponen utama seperti RAM dan penyimpanan yang saat ini banyak digunakan untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Industri AI global yang berkembang pesat menyebabkan permintaan chip memori meningkat drastis, sehingga produsen lebih memprioritaskan kebutuhan pusat data dibandingkan perangkat konsumen.
Situasi ini membuat Apple tidak lagi mampu menyerap seluruh kenaikan biaya produksi seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut sejumlah analis industri, harga iPhone 18 Pro bisa naik sekitar 200 hingga 300 dollar AS atau setara hampir Rp5 juta dari harga generasi sebelumnya.
Kenaikan ini juga dipandang sebagai respons langsung terhadap meningkatnya kebutuhan perangkat dengan spesifikasi tinggi yang mampu menjalankan fitur AI generasi baru.
Tim Cook menyebut bahwa tekanan biaya saat ini sudah berada pada level yang sulit dikendalikan, terutama karena lonjakan harga DRAM dan NAND flash di pasar global.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga perangkat teknologi tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, tetapi merupakan akumulasi dari berbagai tekanan biaya di rantai pasok global.
Selain iPhone, beberapa produk Apple lainnya seperti iPad dan Mac juga disebut berpotensi mengalami penyesuaian harga jika tren kenaikan biaya terus berlanjut.
Para pengamat menilai bahwa tahun 2026 bisa menjadi titik penting bagi industri smartphone premium karena akan terjadi penyesuaian harga di berbagai merek besar.
Dengan semakin kuatnya pengaruh industri AI terhadap pasar semikonduktor, konsumen diperkirakan akan menghadapi harga perangkat teknologi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.(*)

