Harga Minyak Dunia Ambruk 6 Persen, Sinyal Perdamaian Timur Tengah Redakan Kepanikan Pasar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa (10/3/2026) setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperkirakan konflik di Timur Tengah akan segera mereda. Sentimen tersebut langsung menenangkan pasar energi global yang sebelumnya sempat dilanda kekhawatiran.

Dalam perdagangan terbaru, harga minyak mentah global turun lebih dari 6 persen. Penurunan ini terjadi setelah pasar sebelumnya mengalami lonjakan besar akibat meningkatnya ketegangan perang di kawasan Timur Tengah.

Minyak jenis Brent dilaporkan turun ke kisaran sekitar 94 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga turun hingga mendekati 90 dolar AS per barel.

Penurunan tersebut terjadi setelah Trump menyatakan bahwa operasi militer yang sedang berlangsung berpotensi selesai lebih cepat dari perkiraan. Pernyataan itu memicu harapan bahwa gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah dapat segera berakhir.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam bahkan menembus lebih dari 100 dolar AS per barel. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa perang dapat mengganggu jalur distribusi energi global.

Kekhawatiran pasar terutama berkaitan dengan jalur pengiriman minyak strategis di kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz yang menjadi rute utama perdagangan energi dunia. Gangguan di wilayah tersebut dapat memengaruhi sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Namun dengan munculnya sinyal deeskalasi konflik, sebagian kekhawatiran tersebut mulai mereda. Investor energi pun merespons dengan aksi jual sehingga harga minyak mengalami koreksi tajam.

Meski demikian, para analis menilai volatilitas harga minyak masih akan berlangsung dalam waktu dekat. Hal ini karena perkembangan konflik di Timur Tengah masih belum sepenuhnya stabil.

Selain faktor geopolitik, kebijakan produksi minyak dari negara-negara produsen juga turut memengaruhi pergerakan harga energi dunia. Perubahan produksi dapat memperkuat atau menahan penurunan harga minyak.

Sejumlah negara juga mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap fluktuasi harga energi, termasuk kebijakan subsidi dan pengendalian harga bahan bakar domestik.

Dengan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap isu geopolitik, para pelaku industri energi kini terus memantau perkembangan terbaru konflik Timur Tengah yang menjadi salah satu faktor utama penentu harga minyak global.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.