Hari Ini Andre Rosiade Akan Dilaporkan “Jarak Indonesia” ke Bareskrim Polri

oleh -

Bukan Wewenang Andre Membuat Jebakan

Semangatnews, Jkt- Jebakan Andre Rosiade dalam kasus penggrebekan pekerja sek di salah satu hotel di Padang, Sumatera Barat berbuntut adanya pengaduan dari LSM Jaringan Aktivitas Indonesia.
Andre yang anggota DPR RI asal Sumbar itu akan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan turut serta membantu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus penggerebekan pekerja seks berinisial NN di Padang.

Menurut rencana, laporan tersebut akan dikirim Jaringan Aktivis Indonesia (Jarak Indonesia) pada Senin ini (10/2/2020).

Penanggung jawab Jarak Indonesia Donny Manurung mengklaim, mereka berasal dari berbagai mantan aktivis dari HMI, GKMI dan BEM di Indonesia.

“Besok kami laporkan ke Bareskrim jam 11.00 WIB atas nama Jaringan Aktivis Indonesia, penanggungjawabnya saya,” kata Donny saat dihubungi Suara.com, Minggu (9/2/2020).

Baca juga berita terkait :”Penjebakan Suatu Kasus Bukan Tugas Andre Rosiade Meskipun Anggota DPR RI”

Donny menilai tindakan Andre Rosiade telah melanggar dua ayat di Pasal 56 KUHP yang berbunyi; mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan dan mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

“Apa keterlibatan dia dalam penggrebekan itu? Ada dalam pasal 56, dan Andre Rosiade itu juga sebenarnya tidak boleh menjadi bagian dari penyidikan atau penyelidikan kepolisian untuk membuktikan prostitusi. Karena Andre bukan anggota polisi, Andre Rosiade siapa? Apakah dia anggota polisi? Kan bukan,” tegasnya.

Selain Andre, ia juga meminta polisi untuk menangkap Bimo Nurahman, orang yang disebut sebagai suruhan Andre untuk masuk ke dalam kamar dan berhubungan badan bersama NN.

Sebelumnya, seorang pekerja seks berinisial NN (26) mengaku dipesan melalui aplikasi MiChat kemudian terjebak di skenario Andre yang membooking kamar 606 di Hotel Kyriad Bumi Minang dan melayani ajudan Andre bernama Bimo Nurahman.