Jakarta, Semangatnews.com – Kelompok Houthi kembali meningkatkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi dengan menyasar fasilitas penerbangan. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha dilaporkan terkena serangan dalam dua hari berturut-turut.
Otoritas penerbangan sipil Saudi mengatakan serangan terjadi pada Selasa dan Rabu. Insiden tersebut menewaskan tiga orang dan menyebabkan 36 orang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Serangan di Bandara Abha mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 28 orang terluka. Sementara itu, serangan terhadap Bandara King Khalid di Riyadh menewaskan seorang warga negara Sudan dan melukai delapan orang lainnya.
Otoritas Saudi menyatakan para korban luka telah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap kerusakan fasilitas yang timbul akibat serangan tersebut dan mengambil langkah pengamanan di area bandara.
Houthi mengakui telah melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Arab Saudi. Kelompok yang menguasai sebagian wilayah Yaman itu menyebut serangan dilakukan dengan kombinasi rudal dan pesawat nirawak.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan Bandara King Khalid menjadi salah satu sasaran serangan. Ia juga menyebut Bandara Abha dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait sebagai target operasi kelompok tersebut.
Sementara itu, pihak koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke wilayah Riyadh. Koalisi juga mengklaim telah menghancurkan fasilitas peluncuran rudal yang digunakan dalam serangan tersebut.
Serangan ini berlangsung di tengah memburuknya kondisi keamanan di Yaman. Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi tengah berhadapan dengan Houthi dalam perebutan sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Pertempuran di sekitar selat tersebut menjadi perhatian internasional karena jalur Bab el-Mandeb merupakan salah satu rute penting bagi perdagangan global dan pengiriman energi. Gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran internasional.
Serangan terhadap bandara Saudi juga bukan satu-satunya insiden yang terjadi dalam eskalasi terbaru. Pada hari yang sama, Bandara Internasional Aden di Yaman turut dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal balistik dan drone bermuatan bahan peledak.
Dengan meningkatnya serangan terhadap infrastruktur penerbangan dan wilayah strategis, konflik Yaman memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Arab Saudi dan kelompok Houthi kini kembali berhadapan dalam situasi yang berpotensi memperluas dampak konflik ke keamanan regional serta jalur perdagangan internasional.(*)

