HUT PGRI ke 78, Transportasi Pendidikan Bukan Bergantung Pada Nasib

by -
HUT PGRI ke 78, Transportasi Pendidikan Bukan Bergantung Pada Nasib
HUT PGRI ke 78, Transportasi Pendidikan Bukan Bergantung Pada Nasib

SOLOK SELATAN, SEMANGATNEWS.COM – Ribuan Guru SD, SMP dan SMA sederajat di Solok Selatan terlihat membanjiri GOR Supreme Energy untuk meriahkan HUT PGRI ke 78.

Ketua PGRI Solok Selatan Alsiswandri mengatakan transportasi pendidikan di daerah jangan sampai bergantungan pada nasib, tapi pada pengembangan teknologi digital dan pematangan pengetahuan para pendidik.

“Guru kita nanti akan dibekali kompetensi melalui seminar, sehingga betul-betul tercipta guru yang bisa diandalkan sekolah dalam mendidik, mendedikasi dan membentuk siswa yang berdaya saing,” katanya, kamis (10/11/2023) di GOR Supreme Energi.

Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan Syamsuria menyebut, dari sekitar 1.800 guru terlihat hadir sekitar 80 persen. Dia mengatakan dengan bangga bagaimana kedepannya guru yang menjadi ujung tombak mencerdaskan anak bangsa, mampu mengunah pola pendidikan berkarakter dan berdaya saing.

“Nah, untuk menghasilkan itu, kita sudah melakukan pengembangan SDM guru, kompetensi guru, dan manajemen sekolah dengan terarah,” tuturnya.

Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda menyenut transportasi guru wujudkan Indonesia maju, terutama dalam kurikulum sekolah.

“Generasi emas akan terwujud jika guru mampu melakukan transportasi digital atau newledge dengan bagus,” bebernya.

Terpisah, Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan pematangan guru butuh persiapan, bukan dengan by nasib saja.

Dan dilihat Indek harapan sekolah di Solsel setiap tahun terus meningkat, melalui manajemen guru dan kepsek. Termasuk pembentukan akhlak melalui program satu jorong satu rumah tahfidz.

“Keberhasilan suatu daerah tidak bisa diukur melalui kegiatan infrastruktur saja, tapi kemajuan dunia pendidikan,” bebernya.

Khairunas menutur saat ini sekolah di Solsel sudah 21 sekolah yang telah menjadi sekolah penggerak. Dan dari 1.511 guru SD dan SMP se Solok Selatan, hanya 73 orang yang sudah lulus menjadi guru penggerak.

“Pendidikan tidak hanya tanggungjawab dari Pemerintah saja, tapi Dinas Pendidikan dan para tenaga pendidikan,” ucapnya.

Mari saling bekerjasama dan pihaknya akan melihat perkembangan nantinya setelah dilakukan seminar pengembangan potensi guru yang akan dilaksanakan oleh PGRI Solok Selatan.

“Mari kita bergandeng tangan untuk meningkatkan mutu guru daerah,” pesannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.