Jakarta, Semangatnews.com – Agensi hiburan HYBE akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik penggunaan lampu berwarna merah yang menghiasi sejumlah landmark di Seoul dalam rangka comeback BTS.
Kontroversi ini muncul setelah sebagian publik menilai penggunaan warna merah di lokasi ikonik seperti Gwanghwamun Square memiliki makna politik tertentu. Spekulasi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.
Menanggapi hal itu, HYBE menegaskan bahwa penggunaan warna merah tidak memiliki kaitan dengan agenda politik apa pun. Pihak agensi menyebut langkah tersebut murni bagian dari konsep artistik.
Dalam pernyataan resminya, HYBE menjelaskan bahwa warna merah dipilih sebagai representasi utama dari album terbaru BTS yang bertajuk ARIRANG.
Konsep visual tersebut menjadi bagian dari rangkaian besar perayaan comeback BTS yang telah lama dinantikan oleh para penggemar di seluruh dunia.
HYBE juga mengungkapkan bahwa penggunaan pencahayaan merah di berbagai titik kota dilakukan atas permintaan mereka kepada Pemerintah Metropolitan Seoul.
Sejumlah landmark terkenal seperti N Seoul Tower dan Lotte World Tower dijadwalkan ikut diterangi warna merah sebagai bagian dari perayaan tersebut.
Namun, pemilihan warna tersebut justru memicu interpretasi beragam di kalangan masyarakat, terutama karena konteks sosial dan politik di Korea Selatan yang sensitif terhadap simbol tertentu.
Untuk meredam spekulasi, HYBE secara tegas meminta publik tidak menafsirkan acara ini dari sudut pandang politik.
Agensi tersebut menekankan bahwa comeback BTS merupakan perayaan budaya pop global yang seharusnya dinikmati tanpa muatan lain di luar aspek hiburan.
HYBE juga mengingatkan bahwa pemerintah kota hanya memfasilitasi permintaan teknis terkait pencahayaan dan tidak terlibat dalam penentuan konsep kreatif.
Dengan klarifikasi ini, HYBE berharap polemik yang berkembang dapat mereda dan publik kembali fokus pada momen comeback BTS yang dinilai sebagai salah satu peristiwa besar di industri musik global.(*)

