Jakarta, Semangatnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026). Bursa saham Indonesia ditutup melemah signifikan setelah aksi jual besar-besaran terjadi di berbagai sektor.
Pada penutupan perdagangan tersebut, IHSG tercatat turun sekitar 3,27 persen dan berada di level 7.337. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terbesar dalam beberapa waktu terakhir di pasar saham domestik.
Selama sesi perdagangan, IHSG bahkan sempat menyentuh level lebih rendah di kisaran 7.156 sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih tinggi. Pergerakan ini mencerminkan tekanan kuat dari sentimen global dan domestik.
Sejumlah analis menilai penurunan tajam tersebut dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global. Ketegangan geopolitik dan sentimen pasar internasional turut mendorong investor melakukan aksi jual.
Selain itu, sentimen negatif terhadap sektor perbankan juga ikut membebani pergerakan indeks. Beberapa lembaga pemeringkat internasional memberikan pandangan hati-hati terhadap prospek industri perbankan nasional.
Meski demikian, para analis melihat peluang rebound teknikal pada perdagangan berikutnya. Kondisi oversold pada sejumlah saham dinilai membuka kesempatan bagi investor untuk melakukan aksi beli selektif.
Salah satu saham yang direkomendasikan analis untuk dicermati adalah saham PT Cyberindo Aditama Tbk (CYBR). Saham ini dinilai memiliki potensi penguatan apabila mampu bertahan di area support tertentu.
Selain CYBR, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk dalam daftar saham pilihan analis. Emiten sektor pertambangan tersebut diperkirakan memiliki peluang penguatan apabila terjadi rebound pasar.
Analis menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan transaksi. Volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi selama ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.
Strategi trading jangka pendek dinilai lebih tepat diterapkan dalam kondisi pasar seperti saat ini. Investor juga dianjurkan untuk memperhatikan level support dan resistance sebelum melakukan pembelian saham.
Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan IHSG selanjutnya. Jika tekanan mereda, peluang rebound teknikal berpotensi membuka ruang penguatan bagi sejumlah saham pilihan.(*)

