IHSG Berdarah, Deretan Saham Ini Bikin Investor Menanggung Kerugian Besar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan pasar saham Indonesia sepanjang pekan terakhir membuat banyak investor mengalami kerugian besar. Sejumlah saham unggulan maupun saham lapis menengah tercatat anjlok tajam hingga memicu kepanikan di kalangan pelaku pasar.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 8 persen selama periode 18 hingga 22 Mei 2026. Pelemahan tajam itu menjadi salah satu koreksi terbesar yang terjadi sepanjang tahun ini.

Beberapa saham yang paling banyak menyebabkan kerugian investor di antaranya TPIA, WBSA, DSSA, hingga CUAN. Saham-saham tersebut tercatat mengalami penurunan harga sangat dalam hanya dalam waktu singkat.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bahkan menjadi sorotan karena terus mengalami tekanan besar setelah pengumuman penyesuaian indeks FTSE Russell. Kondisi tersebut membuat aksi jual semakin meningkat di pasar.

Tekanan terhadap pasar saham domestik juga dipengaruhi kondisi global yang belum stabil. Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran inflasi menjadi faktor utama yang membuat investor memilih keluar dari pasar saham.

Selain investor lokal, aksi jual besar juga datang dari investor asing. Beberapa saham big caps seperti BBRI dan BBCA tercatat mengalami net sell dalam jumlah besar selama beberapa pekan terakhir.

Meski banyak saham ambruk, sebagian analis menilai kondisi ini masih sejalan dengan tren pelemahan bursa regional Asia. Otoritas Jasa Keuangan juga menegaskan bahwa volatilitas pasar masih dalam batas wajar di tengah tekanan ekonomi global.

Di sisi lain, sejumlah investor kawakan justru mulai memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan aksi beli bertahap. Saham-saham sektor tambang dan perbankan disebut mulai kembali dilirik karena dianggap sudah berada di level menarik.

Analis pasar mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan emosional saat kondisi pasar bergejolak. Strategi investasi jangka panjang dan diversifikasi portofolio dinilai tetap menjadi langkah penting untuk menghadapi volatilitas pasar saham.

Melemahnya IHSG kali ini juga menjadi pengingat bahwa investasi saham memiliki risiko tinggi yang dipengaruhi banyak faktor eksternal. Ketidakpastian global membuat pergerakan pasar semakin sulit diprediksi dalam jangka pendek.

Kini pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan ekonomi global dan perkembangan geopolitik internasional. Pergerakan IHSG dalam beberapa pekan ke depan diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif sebelum menemukan momentum pemulihan baru.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.