Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih melanjutkan tren penguatan pada awal pekan ini, dengan peluang menguji level resistance penting di kisaran 7.500 hingga 7.550.
Penguatan ini didukung sentimen positif dari dalam negeri, termasuk musim pembagian dividen serta ekspektasi stabilitas pasar global meski masih dibayangi ketegangan geopolitik.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki batas atas di level 7.550, sementara batas bawah berada di sekitar 7.200. Posisi pivot diperkirakan berada di kisaran 7.350.
Rentang pergerakan ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan strategi trading jangka pendek, terutama dalam memanfaatkan momentum penguatan indeks.
IHSG sendiri sebelumnya ditutup menguat signifikan di level 7.458, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik.
Dalam kondisi seperti ini, analis menyarankan investor untuk fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps yang memiliki fundamental kuat.
Beberapa saham yang dinilai menarik untuk dicermati antara lain saham perbankan seperti BBRI serta saham otomotif dan konglomerasi seperti ASII.
Saham BBRI tetap menjadi perhatian karena likuiditas tinggi dan pergerakan aktif, meski sempat mengalami tekanan jual dari investor asing dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, saham ASII dinilai memiliki potensi rebound seiring perbaikan sektor industri dan konsumsi domestik.
Strategi yang disarankan adalah buy on weakness, yakni membeli saham saat harga mengalami koreksi mendekati area support.
Dengan volatilitas yang masih tinggi akibat faktor global, investor diimbau tetap disiplin dalam menentukan batas risiko dan target keuntungan.(*)

