Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan menunjukkan sinyal positif meski tak sekuat saat pembukaan. Pada sesi pertama perdagangan Senin, 4 Mei 2026, IHSG ditutup menguat tipis 0,31 persen.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG parkir di level 6.978,24 pada jeda siang. Penguatan ini menunjukkan pasar masih berada di zona hijau meski tekanan mulai terlihat.
Sebelumnya, IHSG sempat dibuka dengan kenaikan lebih tinggi. Pada awal perdagangan, indeks bahkan sempat naik sekitar 0,46 persen ke level 6.988,91.
Namun seiring berjalannya waktu, penguatan tersebut mulai terpangkas. Hal ini menunjukkan adanya aksi ambil untung dari investor setelah reli di awal sesi.
Pergerakan IHSG yang fluktuatif mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar. Banyak investor memilih berhati-hati di tengah ketidakpastian global.
Sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar. Ketegangan geopolitik dan pergerakan harga komoditas turut memberi tekanan.
Selain itu, nilai tukar rupiah yang masih melemah juga menjadi perhatian investor. Kondisi ini kerap berdampak langsung terhadap arus dana asing di pasar saham.
Meski demikian, sejumlah saham tetap menunjukkan kinerja positif. Saham-saham tertentu mampu menopang IHSG agar tetap bertahan di zona hijau.
Aktivitas perdagangan juga terbilang cukup ramai. Investor domestik terlihat masih aktif memanfaatkan momentum pergerakan pasar.
Analis menilai IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan jika sentimen global membaik. Namun, risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Dengan kondisi saat ini, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif hingga penutupan perdagangan. Arah pasar akan sangat ditentukan oleh dinamika global dan respons investor.(*)

