IHSG Sempat Ambles 5,2% di Pagi Hari, Bos Bursa Beberkan Penyebab Gejolak Pasar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan pasar saham Indonesia mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan sempat anjlok hingga sekitar 5,2 persen pada sesi pagi sebelum akhirnya berangsur membaik.

Penurunan tajam tersebut sempat membuat pelaku pasar khawatir karena terjadi sejak awal pembukaan perdagangan. Pada titik terendahnya, IHSG bahkan menyentuh level sekitar 7.156 sebelum kemudian perlahan bergerak naik kembali.

Pejabat Bursa Efek Indonesia menyebut gejolak ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global yang sedang terjadi. Faktor eksternal dinilai menjadi salah satu pemicu utama pelemahan pasar saham domestik.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, disebut sebagai salah satu sentimen negatif yang memengaruhi psikologis investor.

Situasi global tersebut mendorong investor untuk bersikap lebih hati-hati dan melakukan aksi jual di pasar saham. Akibatnya, tekanan terhadap IHSG terjadi cukup signifikan sejak awal perdagangan.

Meski demikian, pihak bursa menegaskan bahwa volatilitas seperti ini merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan yang dipengaruhi banyak faktor eksternal. Bursa Efek Indonesia juga memastikan sistem perdagangan tetap berjalan normal.

Setelah sempat jatuh tajam, IHSG perlahan menunjukkan perbaikan pada sesi perdagangan berikutnya. Pada penutupan sesi pertama, indeks masih berada di zona merah tetapi tidak sedalam penurunan pada awal perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham sempat mengalami penurunan bersamaan dengan aksi jual yang cukup besar dari investor. Hal ini mencerminkan sentimen pasar yang sedang berhati-hati.

Meski terjadi tekanan, otoritas bursa menilai fundamental pasar modal Indonesia masih relatif kuat. Mereka optimistis pasar dapat kembali stabil seiring meredanya ketidakpastian global.

Para analis juga mengingatkan investor agar tidak panik menghadapi volatilitas pasar yang terjadi dalam jangka pendek. Strategi investasi jangka panjang dinilai tetap menjadi pendekatan yang lebih aman.

Pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik global serta sentimen ekonomi internasional yang terus berubah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.