Ikan Larangan Sungai Baruang-Baruang Belantai Pessel menjadi Tontonan Wisatawan
Semangatnews.com – Baruang-baruang Belantai. Ribuan Ikan larangan yang berada di sungai Barung-barung Belantai, Kabupaten Pesisir Selatan, selain merupakan ikan peliharaan masyarakat yang panennya ditentukan oleh pemimpin nagari, wali nagari dan ninik mamak setempat, ternyata juga menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Ikan yang mayoritas jenis “Ikan Garian” terlihat jinak, terlebih bila pengunjung memberikan makanan berupakan kacang, jagung dan lainnya di lokasi ikan larangan.
Menurut pengamatan semangatnews.com, selasa sore kemarin (29/10) ikan-ikan tersebut selalu bergerombolan saat masyarakat pengunjung dari berbagai daerah yang datang dan duduk sambil membawa sejumlah makanan yang telah disediakan dan di jual di warung-warung disepanjang sungai Baruang-baruang Belantai tersebut. Ukuran ikanikan ini bervariasi, mulai 1-2 khg per ekor hingga ikan=ikan kecil.
Alimin (58 th) salah seorang pedagang makanan dan minum termasuk uuntuk ikan larangan di pinggiran sungai Baruang-baruang Balantai, menyebutkan, ikan larangan jenis “gariang” tersebut mulai di kelola pihak kenegarian sejak tahun 2004 lalu dengan penyebaran ikan yang hampir merata di sejumlah titik. Namun ikan-ikan tersebut sering berpindah-pindah tempat jika air sungai meluap dan banjir, kemudian bila air sungai menyusut ia akan kembali ke tempat semula.

Menurut Alimin, ikan-ikan larangan yang mayoritas jenis “ikan gariang” tersebut setiap 2 tahun dilakukan panen, namun memanennya tidak memakai jala, melainkan melalui kegiatan memancing untuk masyarakat yang hasilnya diserahkan kepada puhak nagari Baruang-batruang Balantai, ujarnya yang mengaku ikut menaikkan jualan dagangannya saat libur datang.
Nurza Meizar (48 th) salah seorang pengunjung yang sengaja datang dari kota Padang khusus untuk menyaksikan ikan larangan di baruang-baruang Balantai tersebut, menyebutkan, keberadaan ikan-ikan larang disepanjang sungai merupakan pemandangan unik dan menarik untuk ditontoin dan diamati setiap saat, terlebih saat cuaca cerah, terlihat jelas gerombolan besar dan kecilnya ikan.

Yas Andi Bardesoli MH, Dt. Rajo Panduko dan keluarga Siti yang sengaja datang berliburan ke lokasi ikan larangan Baruang-baruang Belantai itu, menyebutkan, pemandangan menyaksikan gerombolan ikan larang jenis “Gariang” bukan hanya dapat mencuci mata para penonton yang berdatangan ke lokasi, tapi juga dapat memperkuat destinasi wisata alam di kenagarian Baruang-baruang Belantai Pesisir Selatan.
Dengan adanya ikan larangan di sepanjang sungai, pengunjung yang berdatangan ke lokasi merasa terhibur, dan masyarakat ikut merasakan dampaknya melalui belanja pengunjung yang sengaja datang ke lokasi ikan larangan. Selain itu sungaoi Baruang-baruang Belantai ikut terjaga kelestariannya melalui memelihara ikan larangan, ujar Yas Andi Bardesoli menambahkan. (FR)
