Semangatnews, Tuapejat – Ada dibanyak tempat oleh-oleh dan cenderamata disetiap lokasi wisata menjadi sesuatu yang menarik dalam menyampaikan tanda kunjungan. Kepulauan Mentawai dengan wisata bahari dan budaya mendunia belum ada sesuatu kemasan sebagai oleh-oleh ataupun cendramata.
Akan tetapi dari cerita-cerita orang yang sering berkunjung oleh-oleh “ikan asin” menjadi tren dan menarik bagi banyak orang karena ikannya yang segar-segar dan baru yang berada dikawasan laut yang jernih dan bersih.
“Banyak cerita orang tentang enaknya rasa ikan asin Mentawai, tidak telalu asin dan terasa gurihnya”, kata Musniati ketika menawar ikan asin di lokasi wisata kampung jati Tuapejat, Selasa lalu (21/1/2020).

Musniati merupakan salah satu orang berkunjung pertama kalinya ke Kepulauan Mentawai dan menyodoran pesan ikan asin dari kawan-kawan dari Padang.
“Ini buk Upik, pesanannya tolong dibungkuskan”, sapanya meminta.
Usaha Ikan Asin Upik kampung Jati Tuapejat sudah cukup terkenal juga hampir 15 tahun ia mencari peruntungan nasib.
” Rata-rata mampu mengolah ikan asin lebih dari 200 kilo ikan basah perhari. Selain persoalan modal juga karena jumlah ikan yang diasinan itu tidak menentu jumlah dapatnya. Jadi mengolah ikan asin ini bila ada ikan saja”, ujar Upiak sambil menyelesaikan bungkusan pesanannya.
Cerita punya cerita Upiak panggilan populer diketahui bernama Azni negeri asal Parak Karambia Kampuang Jua Kota Padang.
“Merantau ke Mentawai karena peruntungan nasib, setelah bercerai dengan suami pertamanya pergi ke Mentawai tanpa berpikir apa yang akan dilakukan dinantinya. Yang penting menjauh dari kampuang halaman dahulu “, urai kisahnya.

Asni tinggal dipinggir laut bersama saudara jauh awalnya, setiap hari melihat ada banyak ikan yang didapat akan tetapi selalu semua tidak habis untuk dimakan oleh masyarakat setempat.
Ia lalu mulai berpikir membuat asinan bertanya pada kawan-kawan. Memulai usaha asin mulai dari jumlah kiloan ikan tak banyak.
“Alhamdulillah kawan-kawan ramai mencicipi, enak katanya, sejak itu iya mulai memproduksi ikan asin hingga sekarang. Sudah banyak orang yang datang dan meminta dikirimkan. Dan kemasan terus saya kembangkan agar dibawa tidak terlalu bau asin dan tidak malu dibawa sebagai oleh-oleh”, ujarnya senang sekali.
Amat kebetulan Musniati dan Upiak Azni orang sekampung tempat tinggal di Padang.
