Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Gubernur Mahyeldi Tindaklanjuti Arahan Mendagri

by -
Rapat koordinasi Pengendalian Inflasi

SEMANGATNEWS.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Buya Mahyeldi, bersama Forkopimda dan OPD lingkup Pemprov Sumbar, mengikuti Rapat Koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait pengendalian Inflasi di daerah, Senin, (31/10), di Auditorium Gubernuran Sumbar.

Rapat koordinasi Pengendalian Inflasi ini secara virtual. Ada Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Setianto, dan Deputi Bidang Ketersediaan dan stabilisasi Pangan Dr. I Gusti Ketut Astawa.

Dalam pemaparannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Inflasi September 2022, 1,17 persen dan inflasi nasional mengalami kenaikan menjadi 5,95 persen. indeks fluktuasi harga di seluruh provinsi dan kabupaten kota. 20 komoditas yang berpotensi terhadap inflasi seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang, dan cabai.

“Rapat ini dalam rangka pengendalian inflasi yang berkaitan dengan beberapa hal, terutama situasi internasional yang tidak stabil, perang, mogok kerja, kerusuhan, hingga kemerosotan ekonomi. Kita terbantu karena Indonesia memiliki resources. Karen itu kita, antara pusat dan daerah harus bangun kekompakan untuk menangani krisis,” tegas Mendagri.

Selain itu Mendagri juga mengevaluasi pelaksanaan APBD seluruh provinsi dan kabupaten kota, terutama dari sisi pendapatan serta belanja daerah. Sumbar mendapat apresiasi karena termasuk provinsi dengan pendapatan yang dinilai baik, mencapai 77 persen lebih.

Namun dari sisi serapan anggaran atau belanja daerah, Sumbar termasuk dalam 10 daerah terendah serapannya, baru 58 persen.

Deputi BPS Setianto menyampaikan indeks perkembangan harga di tingkat provinsi, terjadi kenaikan harga bervariasi. Beras menjadi komoditas dengan kenaikan harga di semua provinsi. Kenaikan harga minyak goreng terjadi di 31 provinsi, gula pasir di 29 provinsi, bawang merah di 23 provinsi dan daging sapi di 18 provinsi.

Sumatera Barat, khususnya Kota Bukittinggi termasuk daerah nomor lima penyumbang kenaikan harga untuk beras, bawang merah dan cabai rawit.

Menanggapi kondisi tersebut, gubernur menyampaikan akan menindaklanjuti dengan mengundang seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk memastikan kegiatan apa saja yang belum terlaksana dan mengevaluasi setiap minggu.

“Kita hari ini rapat dengan seluruh KPA dalam rangka untuk memacu serapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan. Saya minta Biro Adpim untuk melaporkan KPA-KPA apa saja yang belum terlaksana kegiatannya,” katanya.(*)

Dinas Kominfotik Sumbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.