Jakarta, Semangatnews.com – Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam rangkaian pertemuan tingkat menteri bidang kebudayaan G20 di Durban, Afrika Selatan. Kehadiran ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, para menteri kebudayaan G20 menyepakati deklarasi yang dikenal sebagai KwaDukuza Ministerial Declaration. Dokumen ini menegaskan kembali peran penting budaya dalam solidaritas global, kesetaraan sosial dan strategi keberlanjutan.
Indonesia menekankan bahwa perlindungan dan pemajuan kebudayaan bukan hanya soal masa lalu tetapi investasi bagi masa depan bangsa. “Kebudayaan adalah fondasi bagi solidaritas, kesetaraan dan keberlanjutan global,” tegas Fadli Zon.
Salah satu poin krusial dalam deklarasi tersebut adalah penghentian perdagangan gelap benda budaya dan perlindungan hak masyarakat adat serta komunitas lokal atas warisan budaya mereka. Indonesia mendorong kerja sama internasional dalam bidang ini.
Lebih lanjut, Indonesia juga mendorong agar kebijakan kebudayaan diintegrasikan ke dalam strategi sosial‑ekonomi nasional. Artinya, ekonomi kreatif, pariwisata budaya dan pelestarian warisan harus berjalan seiring.
Teknologi digital dan kecerdasan buatan juga masuk dalam diskusi G20 budaya. Indonesia mengingatkan bahwa transformasi teknologi harus disertai etika, hak cipta dan pelibatan pencipta lokal agar tidak menjadi ancaman bagi budaya.
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Olahraga, Seni dan Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie, untuk membahas pembangunan Rumah Budaya Indonesia di Cape Town sebagai simbol persahabatan dan pemajuan budaya bilateral.
Rumah Budaya Indonesia di Cape Town ini diproyeksikan sebagai ruang kolaborasi budaya, riset warisan dan pertukaran seniman antara Indonesia dan Afrika Selatan. Inisiatif ini menjadi bagian dari diplomasi budaya yang lebih luas.
Indonesia juga menegaskan bahwa kearifan lokal—seperti pengelolaan sumber daya alam tradisional, ritual adat dan seni warisan budaya—bisa menjadi solusi bagi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini mendapatkan ruang dalam deklarasi G20.
Dengan kehadiran aktif dalam forum G20 bidang budaya, Indonesia menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya soal kekuatan ekonomi atau politik, tetapi juga kekuatan budaya. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di pentas global.(*)
