Indonesia Indikator : Program IPA Analis Data Isu Media Sosial
Semangatnews, Bandung – Ada program lain dari Indonesia Indikator-ebdesk dalam pemetaan opini publik di Internet terwakili dengan social media seperti Twitter, Facebook, Instagram yang bersifat personal, juga di forum diskusi yang mengedepankan pendapat tentang berbagai hal.
Hal ini diungkap Firmansyah Koordinator kerjasama kegiatan Indonesian Indikator di Pulau Sumatera, kepada semangatnews.com, Jum’at (13/3/2020).
Bake panggilan akrab Firmansyah ini lebih jauh menyampaikan, jika program IMM lebih ke survei pemberitaan media, Program IPA berkaitan dengan adanya news online, pendapat publik banyak bisa dibaca di komentar-komentar berita online. Cara pengambilan opini ini akan berbeda dengan pengambilan berita sendiri karena opini sifatnya dinamis, tidak seperti beritanya sendiri yang sekali terbit.
“IPA (Intelligence Perception Analysis) melakukan analisis opini publik dari sumber social media untuk mendapatkan secara real time persepsi publik terhadap satu kejadian, tokoh, organisasi, kasus, issue, ataupun kebijakan. Facebook dan Twitter digunakan untuk mendapatkan demografi publik berdasar profile user (age, gender, location, activity, awareness, influence, hobby). Emotion mining digunakan untuk memetakan persepsi secara lebih detail tidak hanya positif negatif tapi juga ekspresi senang (joy), sedih (sadness), marah (anger), bangga (proud), percaya (trust), takut (fear), kaget (surprise), dll,” ujarnya.
Bake katakan, posisi dashboard bagaimana melihat posisi secara cepat dari account-account maupun topik yang dipantau dalam persepsi publik. Menampilkan pilihan account dan topic, beserta level emosi, radar, history, dan statistik demografinya. Radar untuk menganalisis persepsi ini dikembangkan berdasarkan teori psychoevolutionary dari Robert Plutchik, yang membagi 8 emosi primer : anger, fear, sadness, disgust, surprise, anticipation, trust, dan joy.
“Model circumplex ini dapat menggambarkan intensitas emosi yang berbeda, membentuk emosi gabungan dari beberapa emosi. Radar chart adalah bentuk paling sesuai untuk melihat intensitas emosi publik, menurut senang (joy), sedih (sadness), marah (anger), bangga (proud), percaya (trust), takut (fear), kaget (surprise), dll. Bentuk chart lain bisa diterapkan, termasuk dipadukan dengan time series, sehingga bisa melihat perubahan level emosi dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Demografi memetakan user Twitter dengan menganalisis profil, content, follower, relasi, favorit, hashtag untuk mendapatkan informasi yang berupa age group, gender (male and female), location, aktivitas di social media (time spending on Twitter), awareness (dengan tweet analysis), influence level (follower analysis).
Visualisasi persepsi publik dengan peta akan menggambarkan level emosi per wilayah beserta hal yang paling mempengaruhi. Warna menunjukkan kondisi seperti merah berarti publik menyimpan kemarahan. Secara demografi detail bisa dilihat dengan klik di wilayah yang bersangkutan.
Visualisasi persepsi publik dengan peta akan menggambarkan level emosi per wilayah beserta hal yang paling mempengaruhi. Warna menunjukkan kondisi seperti merah berarti publik menyimpan kemarahan. Secara demografi detail bisa dilihat dengan klik di wilayah yang bersangkutan.
Engagement metric dilakukan dengan mengukur seberapa banyak account dari publik yang menanggapi, dihitung detail sampai jumlah follower yang potensial membaca post/tweet.(Hms-Sumbar)
