Inovasi Pengelolaan Sampah, Walinagari Study Koparasif ke Jawa

by -

Inovasi Pengelolaan Sampah, Walinagari Study Koparasif ke Jawa

Semangatnews, Padang – Pada Tahun 2019 lalu, guna meningkatkan pemahaman terhadap pegelolaan sampah berbasis masyarakat terutama untuk pimpinan nagari atau Walinagari yang harus membuat kebijakan dalam pengelolanan sampah dan juga komunitas masyarakat yang bergerak dalam pengelolaan sampah di daerah perbatasan kabupaten/kota telah dilakukan studi komparastif untuk dapat melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sampah yang dilakukan di daerah lain sehingga dapat dicontoh dan diterapkan apa yang bisa diterapkan sesuai dengan kondisi di Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Ir. Siti Aisyah.MSi disela-sela kesibukannya hari ini,melalui whastaap, Sabtu (29/2/2020).

Siti Aisyah mengatakan, memang karakter masyarakat di seuatu daerah berbeda-beda dalam menyikapi permasalahan lingkungan terutama tentang sampah, akan tetapi teknis untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah mungkin dapat ditiru karena apapun karakter masyarakat tentu teknisnya yang penting sebagai landasan utama untuk mencapaian keberhasilan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kegiatan studi komparatif ini sangat mempengaruhi pola pikir walinagari dan pimpinan komunitas peduli lingkungan dalam mengambil kebijakan dan sikap sehingga dapat lebih baik kedepan dalam melakukan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Sumatera Barat terutama di daerah perbatasan yang selama ini sering menjadi permasalahan antara kedua kabupaten/kota,” ungkapnya.

Kadis LH Sumbar sampaikan, kunjungan kerja berupa studi komparatif ke Malang Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Barat yang cukup berhasil dalam pengelolaan sampah baik dilakukan oleh pemerintah desa.

“ Kita berharap dengan study koperatif yang telah dilakukan dapat menjadai inspirasi bagi Walinagari se Sumatera Barat untuk berinovasi dalam kegiatan pengelolaan sampah, baik yang dilakukan oleh komunitas seperti bank sampah, komunitas peduli sampah sungai dan komunitas peduli lingkungan lainya yang benar-benar konsen terhadap upaya penyelamatan lingkugan terutama masalah sampah di nagari masing-masing,” harapnya.

Siti Aisyah katakan, tanpa kita mau, pemimpin, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang, pemuda generasi mendatang menjaga dan melestarikan lingkungan hidup yang baik maka, Sumatera Barat yang kita cintai ini, Sumbar begitu sejuk, Sumbar yang bersih, Sumbar yang hijau yang indah dengan udara yang segar, bisa saja menjadi malapetaka dan bencana.

“Mari kita kelola bersama kelestarian dan jaga lingkungan masing-masing di sekitar kita dengan baik, jika bukan kita siapa lagi, untuk kita dan generasi kita dimasa datang,” himbaunya. ( Hms-Sumbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.