IP-NA Gubernur Teladan, Sekdaprov Alwis Resmi Plh Gubernur Sumatera Barat, Merdunya Lantunan Suara Azan Nasrul Abit

oleh -
Lantunan suara Azan Jum'at Nasrul Abit merdu sekali, Masjid Baitul Aylia, kanyor Gubernur Sumbar, Jum'at ( 12/2/2021)

SEMANGATNEWS.COM  – Ada yang menarik perhatian netizen seusai acara serah terima tugas,  Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Drs. Alwis resmi jabat Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur pada saat acara serah terima tugas Gubernur dari Irwan Prayitno – Nasrul Abit ( Gubernur Sumbar periode 2016-2021), di Auditorium Gubernuran. Pasangan Gubernur periode 2016-2021 Irwan Prayitno dan Nasrul Abit melaksanakan sholat jum’at di masjid Baitul Aulia, beredar suara azan merdu untik sholat Jum’at oleh Nasrul Abit,  Jum’at (12/2/2021).

Baca Juga:  Tinjau NTT, Panglima dan Kapolri Fokuskan Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan

Video yang berdiurasi 2 menitan itu menarik perhatian banyak di whastapp group dan intragram Sumbar, sementara Prof Dr. H. Irwan Prayitno menjadi khatibnya. Ini merupakan hari terakhir IP-NA menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Tak banyak yang tahu lantunan suara azan mantan Wakil Bupati dan Bupati dua periode Pesisir Selatan dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit amat merdu sekali.

Baca Juga:  Gubernur dan Bakor KAN Sepakati Tidak Ada Dualisme KAN di Nagari

Hadir dalam acara serah terima tugas Gubernur Sumbar tersebut, Forkopimda, kepala Dinas Instansi, Kepala OPD, Pimpinan Lembaga di daerah Provinsi Sumatera Barat.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi dalam sambutanya menyebutkan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit merupakan Gubernur dan Wagub yang patut diteladani sebagai pimpinan kepala daerah di Sumatera Barat.

Baca Juga:  Wagub Audy Harapkan Terwujudnya Penyidik Yang Profesional Dan Berkeadilan.

” Kita tahu dalam kepemipinan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit tidak pernah terjadi cekcok ataupun pertengkaran dalam pembagian tugas. Mereka berdua pantas sebagai teladan dalam memimpin pemerintahan bagi Gubernur Berikutnya dan Bupati-Walikota di Sumatera Barat. Karena hampir semua kepala daerah berseberangan jalan pada saat memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ungkap Supardi.