Iran Disebut Mampu Produksi 5.000 Drone per Bulan, Strategi Perang Panjang Mulai Terungkap

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Di tengah situasi tersebut, kemampuan militer Iran kembali menjadi sorotan, terutama terkait produksi drone tempur dalam jumlah besar.

Sejumlah laporan menyebut Iran memiliki kapasitas produksi drone yang sangat tinggi. Negara itu bahkan diyakini mampu memproduksi hingga sekitar 5.000 drone setiap bulan untuk mendukung operasi militernya.

Kapasitas produksi tersebut dianggap menjadi salah satu strategi utama Iran dalam menghadapi perang berkepanjangan. Dengan jumlah drone yang besar dan biaya produksi relatif murah, Teheran dapat mempertahankan tekanan terhadap lawannya dalam jangka waktu lama.

Sejak akhir Februari 2026, konflik di kawasan semakin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer yang menargetkan berbagai fasilitas penting Iran, termasuk lokasi militer dan pusat pemerintahan.

Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut bahkan disebut menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara sekitar Teluk Persia.

Komandan militer Amerika Serikat di kawasan menyatakan Iran telah menembakkan lebih dari 500 rudal balistik dan sekitar 2.000 drone sejak konflik meningkat. Angka tersebut menunjukkan skala serangan yang cukup besar dalam waktu singkat.

Di sisi lain, Israel memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.500 rudal balistik pada awal konflik. Namun jumlah tersebut diyakini telah berkurang karena sebagian telah digunakan dalam serangan dan sebagian lainnya hancur akibat serangan udara.

Meski demikian, Iran masih diyakini memiliki kemampuan signifikan untuk melanjutkan serangan. Infrastruktur militer yang tersebar di berbagai wilayah membuat kemampuan peluncuran rudal dan drone masih sulit dihentikan sepenuhnya.

Drone menjadi salah satu senjata andalan Iran karena biaya produksinya relatif murah dibandingkan sistem pertahanan udara modern milik negara Barat. Beberapa jenis drone bahkan hanya memerlukan biaya produksi beberapa ribu dolar per unit.

Sebaliknya, untuk menghancurkan drone tersebut sering kali dibutuhkan rudal pencegat berharga jutaan dolar. Ketimpangan biaya ini membuat strategi serangan drone massal dinilai efektif dalam perang modern.

Para analis militer menilai Iran kemungkinan akan terus mengandalkan drone dan rudal jarak pendek sebagai bagian dari strategi perang asimetris. Taktik ini memungkinkan mereka menekan lawan dengan biaya yang lebih rendah.

Dengan kemampuan produksi yang besar serta strategi perang jangka panjang, Iran diperkirakan masih memiliki kapasitas untuk mempertahankan konflik dalam waktu lama. Hal ini membuat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tetap berada dalam kondisi sangat tegang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.