Iwan Prayitno : Katakan Jumlah Terpapar Positif Covid 19 Bisa Mencapai 350 Orang di Sumbar
Semangatnews, Padang – Perkembangan penanganan covid 19 di Sumatera Barat berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Andalas pertumbuhan virus corna di Sumbar akan terus meningkat hingga memuncak pada 21 Mei nanti Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kemungkinan jumlah warga yang akan terpapar atau positif corona bisa mencapai 350 orang.
“Prediksi dari Unand memang akan terus meningkat secara eksponensial hingga 21 Mei nanti hingga 350 orang. Akan tetapi tentu kita tidak harapkan sampai seperti itu,” kata Irwan Prayitno kepada kru media di ruang kerjanya Kantor Gubernur Sumatera Barat saat wawancara langsung, Jumat (10/4/2020).
Gubernur Sumbar sebutkan hasil data prediksi dari Unand tersebut bisa jadi pijakan bagi Pemprov Sumbar dalam menyiapkan langkah-langkah antisipasi penyebaran penanganan covid 19 di Sumbar.
“Pemprov Sumbar sejak akhir Maret lalu sudah melakukan pembatasan selektif untuk warga yang masuk ke Sumbar di segala pintu yakni di Bandara Internasional Minangkabau dan sembilan pintu masuk di jalur darat. Selain itu, Pemprov Sumbar menurut Irwan juga sudah menyiapkan anggaran untuk membantu masyarakat yang akan merasakan dampak secara sosial dan ekonomi,” ungkapnya.
Irwan Prayitno juga sampaikan, masih berdasarkan prediksi dari Unand tren corona di Sumbar baru akan turun pada awal Agustus nanti.
“Baru akan turun perkiraan pada tanggal 2 atau 3 Agustus nanti,” ucap Irwan.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan arus masuk ke Sumbar sejak ada pembatasan selektif mencapai 49 ribu orang lebih. Rata-rata orang masuk Sumbar ini menurut Irwan adalah para perantau yang pulang kampung.
“Perantau yang pulang kampung dicatat melalui pintu-pintu perbatasan di 9 titik masuk dan Bandara Internasional Minangkabau 49 ribu lebih,” ungkap Irwan Prayitno
Irwan menyebut para perantau yang pulang kampung ini mayoritas adalah berprofesi sebagai pedagang. Karena dampak bencana covid-19 ini para pedagang di rantau mengalami kesulitan. Terlebih kurang lebih dua pekan lagi akan memasuki bulan puasa.
Sumatera Barat menurut Irwan punya perbedaan dengan provinsi lain, di mana merantau sudah menjadi budaya bagi masyarakat Minangkabau sejak dahulu kala. Dan saat ini para perantau ini masuk melalui BIM untuk yang naik pesawat terbang dan masuk di sembilan pintu masuk lewat jalur darat.
“Sembilan perbatasan tersebut ada 2 titik di perbatasan Pesisir Selatan (Pessel) dari Bengkulu dan Kerinci/Jambi. 1 di Kabupaten Limapuluh Kota pintu masuk dari Riau. ada 2 titik di Kabupaten Pasaman pintu masuk dari Sumatera Utara dan Riau, 1 Kabupaten Pasaman Barat, pintu masuk dari Sumut, 1 di Kabupaten Dharmasraya, pintu masuk dari Jambi dan 2 titik masuk di Kabupaten Solok Selatan, pintu masuk dari Jambi,” ujarnya. (Hms-Sumbar)
