Isral Dinata, Pemandangan Alam Obyek Terindah Ciptaan Allah SWT Untuk Dilukis.

by -
Isral Dinata

SEMANGATNEWS.COM, PAYAKUMBUH – Menatap lukisan-lukisan naturalisnya mata kita tak puas-puas untuk terus memandang berulangkali. Begitu kita alihkan ke lukisan lain berupa karya berisikan kritik soal, banyak persoalan yang diapungkan untuk disiasati dan ditelusuri lebih jauh dan lebih dalam.

Ini semua bermula dari kecendruangan, style atau gaya dilakukan pelukis untuk merefresentasikan ide kepermukaan agar dapat dinikmati publik. Karena masing-masing karya lukisan sama seperti seni musik memiliki kecendrungan dan penggayaan serta penggemar yang berbeda.

Isral Dinata, Aia Putiah Kelok Sembilan, cat minyak, 145 x95 cm, 2021

Itulah apresiasi kita saat mengamati sejumlah karya pelukis otodidak Isral Dinata (50 th) dalam mewujudkan obsesi maupun ide-idenya kepermukaan saat ditemui Semangatnews.com di Studionya Jalan Sudirman, Gang Masjid Gadang Nomo 7 Balai Gadang, Kel. Balai Tangah Koto, Kec. Payakumbuh, Payakumbuh, Senin Malam (17.04.23)

Di ruang berukuran sedang di kediamannya menurut Is begitu panggilan akrabnya, alasan ia memilih obyek pemandangan alam dalam style naturalis sejak mulai menggemari dunia seni lukis lebih tiga dekade itu, karena pemandangan alam merupakan tempat terindah yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluknya di muka bumi ini.

Kemudian, pemandangan alam yang saya amati umumnya dari kota Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Sumatera Barat ini dapat dikatakan betapa indahnya alam yang ada di Sumatera Barat atau di sekitar kita bermukim dan bertempat tinggal yang perlu dijaga, dirawat untuk anak cucu kita kelak dikemudian hari.

Isral Dinata, Bukit Bulek, cat Minyak, 95×75, 2020

Diakui, meski saat ini bisa di rekomendasikan pemandangan alam yang begitu indah melalui teknologi digital berupa kamera canggih untuk mengabadikannya, tetapi melalui lukisan memiliki keunikan tersendiri karena selain bermuatan unsur fisik juga unsur psikologisnya di dalamnya. Lihat sejumlah lukisan pemangan alam yang saya kerjakan dalam beberapa waktu terakhir seperti kukisan berjudul, Aia Putiah Kelok Sembilan, cat minyak, 145 x95. 2021, lukisan, Bukit Bulek, cat Minyak, 95×75, 2020 dan terakhir Kapalo Banda Taram, cat minyak, 140 x 85, 2023

Apa yang saya lakukan terhadap pemandangan alam di mana pun tempat dan lokasinya, tentulah dimaksudkan sebagai upaya membangkitkan kenangan terbaik dan terindah dari obyek pemandangan alam yang saya lukis,” jelas Is lagi.

Isral Dinata, Kapalo banda Taram, cat minyak, 140 x 85, 2023

Ketika ditanya pedoman dasarnya melukis pemandangan alam style naturalis hingga ia tampil menarik kepermukaan. Menurut Is semuanya tak lain merupakan bentuk apresiasi saya terhadap keindahan alam yang berpedoman pada proporsi, anatomi, prespektif, dan teknik pewarnaan guna menghasilkan kemiripan lukisan sesuai dengan obyek yang dilihat mata dan dirasakan oleh pikiran maupun perasaan, ujar Is pengagum pelukis Leonardo Da Vinci, Michael James Smith dan Norman Rockwell itu menjelaskan.

Semula Melukis Dengan Air Brush

Sebelum melukis ke kanvas dengan kecendrungan Naturalis, Is memulai melukis naturalis ini dengan sistim air brush di salah satu perusahaan advertising terkemuka di Pekan Baru dalam melukis banyak obyek kepermukaan. Tetapi melukis sistim air brush tak membuat saya puas karena lebih banyak menggunakan alat teknologi air brush dan kompresor. Maka saya memberanikan diri melukis langsung ke atas kanvas dengan penggayaan naturalis.

Isral Dinata, True Malays, cat minyak, 140 x 140, 2023

Tetapi melukis langsung ke atas kanvas memakai bahan cat minyak secara manual ternyata memiliki keasyikan tersendiri hingga pencapaian nilai estetikanya jauh lebih menarik ketimbang memakai alat air brush yang selama ini dilakukannya di dunia advertising.
Jika mungkin sebagian seniman menganggap lukisan naturalis ini, hanya mengutamakan teknis melukis dengan hanya mengandalkan berpedoman proporsi, anatomi, prespektif, dan teknik pewarnaan guna menghasilkan kemiripan lukisan sesuai obyek yang dilihat mata, tanpa punya jiwa pelukisnya karena sama mirip dengan dunia fotografi, bagi saya pendapat demikian lumrah dikemukakan sebagai pendapat.

Namun selain mengamati langsung obyek pemandangan alam menjadi karya, sesekali saya juga melukis obyek imajinatif realisme berisi kritik sosial, tetapi tidak banyak jumlah hanya sekedar melatih diri di luar style naturalis yang memang sudah lama saya tekuni dalam kerja lukis melukis,” kata Is.

Soal nanti saya akan beralih style lain dalam melukis, itu mungkin lebih pada proses perjalanan saya sebagai pelukis. Tetapi saat ini, saya masih setia melukis dengahn style naturalis bahkan sejumlah karya saya pernah diikutsertakan pada sejumlah iven pameran di Pekan Baru, termasuk dalam pameran besar seni rupa Sumatera Barat yang baru saja digelar 8 sd 13 November 2021 lalu di Agam Jua Art Culture Cafe Payakumbuh,” ujar Isral Dinata mengakhiri. (Muharyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.