Jangan Hanya Proaktif Saat Ada Bantuan

by -

SEMANGAT SUMBAR – Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) diminta agar tidak bersifat proaktif hanya disaat ada perlombaan ataupun momen pemberian bantuan saja. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Sumbar Candra manyampaikan hal tersebut pada awak media Rabu (19/7).

Candra menambahkan, P3A harus terus proaktif dalam menjaga pengelolaan air di lapangan

Dikatakan Candra, Petani Pemakai Airr (P3A) merupakan satu kelembagaan tani yang bersifat mendukung usaha pertanian di lapangan. Dalam konteks terkini, P3A sangat membantu dalam upaya perluasan tambah tanam. Diketahui belakangan ini, masalah air untuk pertanian seperti irigasi yang rusak atau pengelolaan air di lapangan pertanian yang belum maksimal makin mencuat.

Ditempat terpisah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanhorbun Sumbar, Syafrizal, mengatakan bahwa permasalahan air untuk pertanian di lapangan tidak berdiri sendiri.

“Kebutuhan ini berbenturan dengan kebutuhan lain seperti peternakan, perikanan, bahkan PDAM. Ini harus jadi perhatian pada penggerak P3A,” paparnya.

Untuk menyokong kinerja Petani Pemakai Air (P3A) akan dilakukan berbagai upaya. Termasuk salah satunya berupa kegiatan sarasehan P3A se-Sumbar, yang berlangsung kemarin di aula Distanhorbun.

“Sarasehan ini adalah satu bentuk lomba yang diikuti para penggerak P3A se-Sumbar. Ini sudah pada tahapan kesekian. Pada tahapan ini, lolos tiga daerah untuk dilanjutkan nanti ke tingkat nasional tahun depan. Daerah yang mengikuti sarasehan ini Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman, yang terdiri dari beberapa kelompok P3A,” Papar Jejeng lagi.

Dengan berbagai kegiatan pendorong kinerja P3A, diharapkan semangat menjaga air untuk pertanian terus tumbuh.

“Tidak semangat saat lomba saja. Kita ingin kinerja P3A terus berkembang di masa mendatang. Untuk jangka pendek diharapkan bisa segera melakukan kerja-kerja yang bermanfaat untuk pertanian di bidang pengelolaan air,” terangnya.

Jangka pendek contohnya seperti pembersihan irigasi untuk mengantisipasi populasi tikus penggerogot padi. Dan jangka panjang kerja P3A diharapkan bisa berbuah pada pengembangan usaha ekonomi di lapangan.

“Ini seperti keterpaduan usaha tani di satu wilayah P3A. Misalnya ada peternakan sapi atau budidaya ikan. Seiring bertambah waktu kerja, pendapatan petani bertambah. Dengan demikian, biaya yang tadinya hanya untuk makan, sudah bisa dialokasikan untuk pendidikan atau lainnya,” imbuh Jejeng.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.