Jejak Luka Gaza: 55 Jenazah Ditemukan Usai Penarikan Pasukan Israel

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pasukan Israel mulai mundur dari Jalur Gaza seiring diberlakukannya gencatan senjata, dan di wilayah yang tertinggal, tim penyelamat menemukan 55 jenazah warga Palestina di bawah reruntuhan bangunan. Laporan ini muncul ketika keheningan menggantikan deru artileri dan dentuman bom yang selama ini menghantui kawasan tersebut.

Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, jenazah-jenazah itu ditemukan setelah struktur bangunan runtuh dalam serangan yang terjadi sebelumnya. Identitas para korban belum semua terkonfirmasi, namun sumber medis menyebut bahwa puluhan jenazah telah dikirim ke rumah sakit guna proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit Al-Shifa, sekitar 33 jasad telah tiba dan sedang ditangani petugas forensik. Direktur rumah sakit menyebut ada korban yang terkena tembakan langsung saat konflik masih berlangsung. Salah satu lokasi tembakan terjadi di dekat Baraka, Sheikh Radwan, di bagian utara Kota Gaza.

Penarikan pasukan Israel terjadi sebagai bagian dari persetujuan gencatan senjata yang diumumkan Jumat malam. Militer Israel menyatakan bahwa mereka menghentikan aktivitas ofensif dan mulai mundur dari sejumlah zona yang menjadi titik operasi berat sebelumnya.

Periode penarikan ini juga menandai tenggat 72 jam yang diberikan kepada Hamas untuk membebaskan para sandera yang masih berada di Gaza. Kesepakatan itu menjadi inti dari paket perdamaian yang diajukan dengan dukungan internasional agar pertikaian sementara dapat ditahan.

Para petugas penyelamat bekerja dengan hati-hati di antara puing bangunan. Mereka berusaha menggali sisa reruntuhan demi menemukan korban terperangkap yang mungkin masih hidup atau sudah wafat. Suara langkah mereka bergema di antara bangkai beton yang berserakan.

Di tengah suasana getir tersebut, penduduk Gaza tampak keluar dari tempat pengungsian untuk melihat langsung kondisi rumah mereka — banyak yang hancur total. Wajah duka dan kelelahan tampak menghiasi barisan warga yang mencari jejak anggota keluarga mereka di antara reruntuhan.

Meski penarikan pasukan memberi harapan bagi jeda konflik, sejumlah pengamat memperingatkan agar momentum ini tidak disia-siakan. Pelanggaran gencatan senjata di masa lampau menunjukkan bahwa jeda semacam ini bisa cepat terhenti, terutama jika salah satu pihak merasa dirugikan atau terpojok.

Komunitas internasional dan lembaga kemanusiaan kini mendesak agar jalur bantuan segera dibuka lebar dan proses penyelamatan korban diarahkan tanpa hambatan. Gaza sudah menyisakan jutaan warga yang sangat memerlukan pasokan medis, makanan, dan air bersih usai konflik berkepanjangan.

Penemuan 55 jenazah ini menjadi bukti pahit dari harga yang telah dibayar warga sipil selama konflik. Gencatan senjata dan penarikan pasukan mungkin memberi ruang bagi keheningan, namun pertanyaan besar tetap: siapa yang akan mempertanggungjawabkan korban dan bagaimana langkah pemulihan akan dijalankan?(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.